Musuh Dalam Selimut
Dalam setiap oraganisasi semua anggota adalah loyalisnya, dan setiap organisasi pasti punya trik dan tips tersendiri dalam memajukan organisasnya. Persoalan akan muncul jika ada salah satu anggota yang menikam dari dalam atau dengan kata lain "musuh dalam selimut", maka sebelum memulai sebuah perencanaan untuk mengelola sebuah organisasi, kita harus mengenal terlebih dahulu mana yang bisa diajak kerjasama dan mana yang tidak.
Pada tahun 2008 setelah saya menyelesaikan S 1 di salah satu perguruan tinggi di Aceh, saya dan beberapa sahabat ingin membangun sebuah organisasi yang berguna untuk Masyarakat umum, ide tersebut muncul karena masyakat pada saat itu hidup dibawah tekanan akibat peperangan antara GAM dan RI. Kebetulan ide tersebut lahir dari beberapa sahabat, yang jiwa sosialnya tidak perlu diragukan lagi. Kami sering bersama membantu masyarakat pada saat kuliah dengan memanfaatkan almamater kuliah, makanya saya tau betul sifat dan jiwa mereka.
Atas dasar itulah ide membangun sebuah organisasi akhirnya kami matangkan dengan beberapa perencanaan, dalam memunculkan ide tersebut kami hanya berjumlah 5 orang, sehingga kami merencanakan untuk mencari kawan-kawan lain yang tertarik dengan ide kami, tentunya mereka juga kalangan aktivis yang aktif dalam berorganisasi dan mau mengutamakan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi. Setelah semuanya sepakat dengan perencanaan awal tersebut, maka kami mulai menjelajah untuk mencari kawan sebagai tambahan anggota organisasi yang sedang kami rencanakan.
Satu persatu kawan berhasil kami yakinkan, dalam waktu 2 minggu kami berhasil memenuhi kuota untuk sebuah organisasi. Karena persyaratan pertama sudah terealisasi, kami melanjutkan ketahap selanjutnya yaitu menjelaskan secara detil tujuan dan maksud kami membuat organisasi tersebut, serta membuka ruang konsultasi kepada seluruh kawan-kawan yang baru untuk memberikan pendapat dan pandangan mereka, mungkin diantara pendapat mereka ada yang lebih baik lagi untuk kemajuan organisasi. Rupanya kebebasan berpendapat yang kami tawarkan benar-benar bermanfaat, banyak ide-ide kreatif untuk mengembangkan organisasi yang mereka suarakan.
Tanpa berpikir panjang karena kebutuhan organisasi yang sangat mendesak, kami memutuskan sehari berselang membuat struktur organisasi untuk dapat segera kami daftarkan pada instansi yang berwenang. Nah, disitulah persoalan mulai muncul, ada salah seorang rekrutan baru kami menginginkan jabatan yang strategis dalam organisasi, memang bukan jabatan kami berlima yang dia inginkan, namun jabatan yang dia inginkan memang tidak bisa kami berikan kepadanya, karena meski kami bukan ahli psikologis tetapi kami punya sedikit kemampuan untuk membaca gerak-gerik orang lain.
Meski ada sedikit gesekan Struktur Organisasi tetapkami matangkan, setelah semuanya selesai dan semua anggota masih berkumpul, kawan saya Edi (nama samaran) yang dipercayakan sebagai pimpinan memberikan sedikit arah kepada semuanya, yang paling utama dia tekankan jangan sampai terjadi perpecahan walaupun ada perbedaan pandangan dalam penunjukan struktur organisasi. Mulai dari saat itu dan seterusnya, organisasi kami berjalan dengan normal-normal saja tanpa ada kendala dalam internal kami, semua yang berhungan dengan organisasi selalu dilakukan dengan musyawarah terlebih dahulu.
Kenyamanan dan ketenteraman kami terusik pada suatu hari dengan kejadian yang tak pernah kami duga, mula-mula kami menganggap itu hanya keisengan dariorang-orang yang tak menginginkan keberadaan kami, rupanya itu adalah sebuah permasalahan yang tak pernah kami duga sama sekali. Keesokan harunya kami kedatangan seseorang yang dari perawakannya aparat keamanan, beliau menanyakan apakah ini benar kantor sebuah organisasi bla bla bla? Kemudian beliau memberikan surat dan tanda terima kepada kami, tanpa basa basi lansung meninggalkan kantor kami, setelah kami baca rupanya itu adalah panggilan kepada pimpinan untuk menghadap ke salah satu Kapolsek diwilayah kami.
Besoknya pimpinan dan kami beberapa orang pergi menghadap sesuai isi surat tersebut, pada saat kami sampai dan memang sudah ditunggu, mereka hanya mengizinkan pimpinan kami saja yang bertemu dengan Kapolsek, yang lain hanya dibolehkan menunggu diluar. Setelah sekitar satu jam lebih didalam akhirnya pimpinan kami keluar, tanpa berbicara apa apa lansung mengajak kami kembali ke kantor, sampai di kantor baru dia menceritakan apa yang disampaikan oleh pihak kepolisian.
Dari hasil pembicaraan antara pimpinan kami dan pihak kepolisian, mereka menerima laporan dari orang yang tidak disebutkan, bahwa organisasi kami melindungi pihak-pihak yang berlawanan dengan mereka, dan mereka tidak butuh penjelasan dari pimpinan kami. Kesimpulan dari pertemuan tersebut organisasi harus ditutup dalam jangka waktu 1 minggu, bila tidak diindahkan dianggap organisasi tersebut adalah organisasi makar. Mulai dari saat itu sampai menjelang waktu habis sesuai dengan batas yang ditentukan, kami berusaha mencari suaka dan jalan keluar kemana mana, tapi hasilnya nihil tak ada yang berani membantu apalagi dalam situasi yang tidak nersahabat.
Akhirnya tanpa berpikir panjang organisasi yang telah berdiri meski tidak terkenal, terpaksa kami tutup karena setelah kami musyawarahkan efek dan resikonya. Setelah keputusan menutup organisasi tersebut sudah kami sepakati, keesokan harinya kami melaporkan sesuai dengan arahan yang telah disepakati. Pada saat pelaporan tersebutlah jelas siapa yang menusuk kami, kami masuk dia keluar dari ruangan yang kami tuju, saat berpas-pasan dia ketakutan dan lansung berlalu seolah-olah tidak pernah saling mengenal.
Saat itulah kami baru sadar, rupanya yang menfitnah organisasi adalah musuh dalam selimut. Yakinlah Allah Maha Mengetahui atas apa yang kita lakukan, jika kita menjadi pencundang dalam sebuah organisasi dengan mengharapkan jabatan semata, bahkan menempuh segala cara tanpa memikirkan efek dan resikonya, akhirnya pasti akan ketahuan sama orang lain.
Kejadian yang pernah saya alami dalam membentuk organisasi adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya secara pribadi, sehingga pada saat pertama kali membentuk Komunitas Steemit TIM intinya tidak terlalu banyak, bahkan strukturnya belum kami matangkan sampai sekarang, biarkan berjalan dulu sebagaimana adanya, yang sudah 100 % dalam struktur kami adalah @binjeeclick sebagai programmer, sedangkan yang lain masih bisa bergeser-geser posisi hanya saja yang menjadi pimpinan untuk struktur pertama adalah kami dari tim inti. Pimpinan komunitas NSC sementara adalah saya @safwaninisam, sedangkan @abunagaya adalah sekda NSC, juga keuangan kami percayakan kepada @usmanosama, meski kurang aktif sekarang beliau adalah salah satu pencetus komunitas NSC, kemudian yang sangat berperan dan merupakan pembimbing kami adalah Bang @steem77 sebagai penghubung lintas komunitas juga pemersatu anggota komunitas, selain itu ada @bukharisulaiman @hasanuddin @taministy @fujaxxi @bukhairidin @rayfa @dodybireuen @ridwant @marzuki @janvanhoess @zulfadliekawom @abieikram @munawir91 @enzasteem, dan masih banyak lainnya mohon maaf yang tidak tersebutkan, Penasehat kami percayakan kepada dwo kurator Indonesia @levycore dan @aiqabrago serta para senior kami dalam menulis @teukukemalfasya @steemvest17 @silvia dan Bang @rismanrachman juga senior-senior lainnya.
Struktur komunitas kami belum baku, sehingga masih banyak kawan-kawan tim inti yang belum tersebutkan jabatannya, rencana setelah ini kami akan membentuk susunan resmi demi kemajuan NSC dalam rangka memajukan Steemit Indonesia. Yang jelas tujuan utama kami adalah memajukan Steemit dibawah Steemit Indonesia.
Harapan terbesar saya dalam komunitas NSC, jangan ada yang merasa terasingkan karena komunitas NSC adalah milik bersama, tidak ada yang lebih istimewa, saling menghargai, tempat bertukar pendapat tentang trik dan tip steemit, punya komitmen yang sama baik dalam mengembangkan NSC maupun dalam memajukan Steemit dibawah payung Steemit Indonesia.
Bersama kita bisa. Semangat Teamwork NSC yang paling utama
Terima Kasih kepada Kurator Indonesia @aiqabrago dan @levycore
Hubungi saya di discord
NSC https://discord.gg/cdBc8y4
dan
Steemit Indonesia https://discord.gg/AkATAaZ
Atas kerjasama Kurator Indonesia dan Team Work NSC, kita akan bisa memberikan karya yang bermanfaat bagi semuanya.
Tim Kerja NSC
@steem77 @safwaninisam @binjeeclick , @abunagaya @bukharisulaiman @bukhairidin @rayfa @enzasteem @hasanuddin @taministy
Salam Steemit Indonesia






Kehidupan sebuah organisasi memang begitu adanya, seperti air pasang, kadang naik kadang surut.
JANVANHOESSAgar organisasi berjalan lancar maka fungsi manajemen harus dijalankan. Fungsi manajemen POSDCoRB sebagai pedomannnya.
Kalau ini dijalankan pasti organisasinya aman.
Untuk TIM inti NSC yang 20 orang haruslah sering berkomunikasi. Adakan pertemuan yang khusus membicarakan NSC.
Mohon maaf kalau salah yang Tgk. Safwani
Siap Bang @janvanhoess, semoga kita selalu kompak dalam memajukan komunitas, dengan kebersamaan Insya Allah semua akan berhasil. Setiap pertemuan akan selalu kita informasikan di Grup...
Kami tunggu informasi berikut nya
Abeh loen baca bang @safwaninisam .. semoga di grup nsc tidak ada orang yang seperti itu.. padahal dengan beroganisasi kita bisa saling kenal dan bersilaturrahmi...berbagi ilmu dan yang lain lain... saya juga mengalami hal sama dulu dimasa kuliah...
Tulisannya sangat bagus bang.. terima kasih bg @safwaninisam
Amin Insya Allah kita doakan kejadian tersebut tidak terjadi di Organisasi kita Bang @my451r... hehehe...
Tetap tegak dan kompak. Salam Nanggroe Steemit Community.
Insya Allah @ dyanahmed... semoga kekompakan terus bertahan untuk saling menguntungkan...
Thank you for Using #promo-steem tag, Promote steemit by inviting your friends and your family!
We are committed to advancing steemit, both personally and commercially, our Community nsc is approximately 63 members, and will continue to grow. We also encourage the birth of small communities throughout the region in Indonesia, so that steemit users can compete with other social media.
Mantap, setiap organisasi perlu kebersamaan dan kematangan dalam berfikir. Kalau ada satu dua yang berbeda dan bisa merusak sistem, ya silahkan diingatkan. Kalau itu juga tak mempan ya di keluarkan. Kita butuh orang yang bisa berjalan bersama, maju bersama.
Benar Pak @yusrizalhasbi, semoga kebersamaan yang telah terbina tidak lapuk dimakan waktu...
Mantap pak geuchik steemit, posting yang sangat panjang membuat saya susah menanggapinya. Pengalaman yang sangat berharga bagi @safwaninisam, pengalaman ini kita harapkan tidak terulang kembali dalam komunitas NSC.
Kheun ureung peutua Nanggroe, meunyo ka jipubloe sabe-sabe tablou. Nyo hana peng tameu utang. Asai pakat lampoh jrat tapeugala. Beuhoe ngon lee, teuga ngon rame.
Maka perle sama2 ta jaga kebersamaan, patah tumbuh hilang berganti nsc tetap dihati... hehehe...
Bertus....
Sama-sama kita merintis, sama-sama kita perjuangkan, sama-sama kita pertahankan, sama-sama kita memajukan NSC untuk bisa berguna bagi steemit indonesia khususnya.
Setiap organisasi selalu diwarnai dengan dinamika, dan dinamika internal paling sering terjadi.
Betul Tgk @hasanuddin, maka dalam komunitas nsc kita usahakan supaya tidak sanpai membengkak setiap permasalahan, harus kita antisipasi sedini mungkin... hehehe...
Omaaaaa pak geuchik, baro lon baca postingan droe neuh, tanyoe ureng Aceh meutaloe wareh, Meugaseh-gaseh, Meubela-bela. Saya suka kalimat terakhirnya "
Yang bek singet, nyoe meruwah hanapu... nyan syit sifet aseli ureueng Aceh... yang han ta tem put in stoken... hehehe...
Usul untuk struktur organisasi.
Karena steemit dibangun di atas blockchain maka model kerja blockchain bisa dipakai sbg inspirasi. Inspirasi apa?
Pakailah model struktur organik, bukan mekanik. Apa bedanya? Struktur mekanik sifatnya ada sentralisasi yaitu ketua. Sedangkan struktur organik hanya ada moderator, sosok yang memoderasi jalannya program dan kegiatan yang diprogramkan dan dilaksanakan oleh ahli dibidangnya. Ini model kepemimpinan terdistribusi.
Demikian
RR
Saya dapat ilmu lagi nih dari pak @rismanrachman tentang apa itu organik dan mekanik dalam organisasi. Terima kasih pak risman.
Salam nanggroe untuk komunitas kita bang @safwaninisam semoga beujaya sabe.
Siap Bang @rismanrachman, usulan Bang @rismanrachman menjadi masukan yang sangat baik, nanti sama-sama kita menyusunnya Bang... hehehe...
Kisah pertama begitu menyedihkan, sebuah organisasi yang belum sempat berjalan sudah difitnah hingga harua bubar. Sungguh sebuah penghianatan orang dalam.
Tapi kisah kedua tentu tak dapat disamakan dengan kisah pertama. Dalam kisah kedua voluntarism harus diikat dengan komunikasi dan mutual respect, syarat du setiap organisasi mana pun untuk maju. Satu hal yang penting adalah mengatur action plan yang jelas dan terukur...
Betul Pak @teukukemalfasya, namun setidaknya pengalaman pahit yang sudah pernah saya alamai, jangan sampai terjadi dikomunitas ini. Meski antara komunitas dengan sebuah organisasi ada perbedaan sudut pandang. Harapan kami kepada para senior, agar terus memberi bimbingan kepada kami dalam mengelola komunitas ini, supaya terus maju dan berkembang.