Terlalu Nyaman Berteduh
Kamu takut basah akan rintiknya gerimis. Mungkin terlalu nyaman untuk terus berteduh, tidak ada yang menyalahkanmu akan setiap pilihan yang kamu ambil. Hidupmu pilihanmu. Tapi coba perhatikan mereka yang berani basah untuk segera sampai ke rumah. Mungkin basah saat perjalanan, namun mereka tau ada baju kering yang bisa dikenakan.
Yah... terkadang rasa nyaman itu selalu memelukmu dalam kehangatan sehingga tujuan yang kamu impikan hanya menjadi blueprint yang tak akan pernah menjadi kenyataan.
Mimpimu tidak akan pernah mati, sekuat apapun kamu memukulnya dia hanya akan pingsan, dan bangkin ketika kamu tua dalam bentuk penyesalan.
- Pandji
Kita selalu meremehkan penyesalan, melakukan hal yang sia sia terus menerus mengikuti kata hati. Mengeluh menyalahkan keadaan, "andai saja", "mungkin kalau" "seharusnya" menjadi kalimat favoritmu di saat penyesalan itu menjamumu.
Akal dan Perasaan, dua element yang tidak akan pernah bisa kamu satukan. Ketika kamu menggunakan akal dan kebijaksanaan maka singkirkanlah perasaan, dan ketika kamu menggunakan cinta dan perasaan buanglah jauh jauh akal sehatmu.
Tidak ada pekerjaan yang menyenangkan, bahkan pemain bolapun harus berjuang untuk dapat menit bermainnya. Mengeluh bukan menjadi alasan untuk terlihat lemah. Bermalas malasan akan terus menjebakmu dalam rasa nyaman yang fana. Coba bangkit, buat kenyamananmu sendiri, di kerjaamu, di dalam tugas tugasmu, di dalam usahamu. Mungkin pekerjaanmu melelahkan dan membosankan, namun posisimu adalah impian bagi mereka.
Berhenti mendengarkan kalimat yang membuat dirimu manja seperti bayi. Omong kosong yang mereka giring agar kamu menjadi bagian dari penyesalan. Kamu bukan keledai yang harus di pacu bukan?... yah aku percaya itu, sekarang kerjakan yang ada di depanmu, lupakan omongan mereka yang menjatuhkanmu, lupakan omongan mereka yang membuatmu terus merasa nyaman dengan progresmu yang lama mangkrak.
Basah sedikit tidak menjadi masalah bukan?