PELAKU ATAU PERILAKU?
Untaian kata di atas bukanlah hasil kutipan dari buku, filosof atau penyair manapun. Namun kalimat tersebut adalah buah fikiran salah satu dari teman kami sewaktu ngobrol tentang suatu masalah, yakni masalah yang akan saya paparkan dalam postingan ini.
Kata-kata di atas masih terdengar mengambang dan tidak mengarah kepada sebuah makna yang jelas, maklum saja, sang penemu kata-kata mutiara tidak dibekali dengan ilmu bahasa yang mumpuni dalam hal ini.
Menarik untuk dibahas walaupun agak nyeleneh dan terkesan mengada-ngada. Namun tulisan ini tidak dibuat untuk ditanggapi dengan serius, anggap saja hiburan meski bisa jadi benar adanya.
Fenomena tertangkapnya pasangan mesum (khalwat dan zina) oleh massa (masyarakat) di Aceh kebanyakan berakhir dengan hukuman yang memberikan efek jera, ada yang diarak keliling kampung, dimandikan dengan air comberan bahkan tidak jarang pula ada yang menghadiahkan Jab, Hook dan Uppercut (istilah pukulan dalam tinju).
Kali ini kita akan membahas tentang pasangan zina/khalwat yang bonyok saja, yaitu pasangan yang kepalanya tidak lagi simetris akibat serangan bolu panas. Ada yang beruntung tidak banyak kena serangan karena Polisi datang tepat pada waktunya, tetapi ada juga yang sial gara-gara banyaknya warga naik pitam, dan yang berwajib telat tiba di lokasi kejadian.
Namun berdasarkan hasil survey langsung di lapangan, berhati-hatilah bagi laki-laki yang pasangan khalwat/zinanya itu cantik, putih dan bersih, mengingat jika nanti kepergok maka laki-laki tersebut akan 2x lebih beresiko dibuat "bonyok". Nah alasannya kenapa? Jawabannya masih misteri ilahi.
Iyaa, alasannya masih misteri.
Tetapi jika boleh berhipotesa, alasannya karena massa yang menghakiminya didominasi oleh pemuda, kalau bukan pemuda jomblo ya pemuda yang pacarnya tidak secantik cewek yang ditangkap tadi, atau ada rasa iri "kenapa justru si bangsat ini yang bisa mendapatkan cewek cantik, sedangkan aku tidak pernah seberuntung dia", kurang ajar sekali memang.!, "cantik-cantik begini kok berhasil dia gaet yaa", atau dek..dek..kenapa nggak sama abang aja sih.
Intinya, semakin cantik pasangan si lelaki, maka semakin besar pula potensi dipukul "KO". Sebaliknya jika sang gadis jelek dan agak susah laku, yang cowok justru diejek (tidak banyak serangan fisik), "Aaah elu men, seleramu lemah sekali bro..!!".
Lebih jauh, perbedaan nasib juga terlihat pada saat putusan hukum untuk dinikahkan, yang pasangannya jelek masalahanya langsung selesai saat lelaki bersedia menikahi pasangan mesumnya, sedangkan yang pasangannya cantik masih saja menerima sumpah serapah dari oknum yang menurut saya masih iri dan cemburu, dalam hatinya berkata "sialan,..!!, cuma malu 1 jam tapi beruntung seumur hidup".
Inilah maksud dari kata-kata di atas yang disampaikan penulis ; "ketika orang tidak lagi bisa membedakan antara pelaku dan perilaku, maka akan tidak jelas pula objek yang akan dihukum, apakah mau menghakimi pelaku atau perilaku."
Jika yang akan dihukum adalah perilaku, pasti bobot hukumannya akan sama dan konsisten tergantung perilakunya sang pelaku, tak peduli siapa yang melakukan kesalahan.
SELAMAT BERPUASA BUAT STEEMIAN SEMUA, KHUSUSNYA KAWAN-KAWAN DI KSI CHAPTER PIDIE
POSTINGAN INI HANYA SEBAGAI BENTUK HIBURAN SEMATA, MOHON MAAF JIKA ADA KEKURANGAN DAN KESALAHAN......
tulisan yang sangat bagus bg @rizal-sahabat..wah-wah puasa ada juga manusia yang melakukan maksiat
Hehehe...puasa hanya mampu mencegah maksiat bagi yang berpuasa sobat..trimakasih sudah berkunjung ke blog kami...
Parah sekali ya.
kapan kejadian bg?
Tulisan yang sangat bagus bg
Gak....kasusnya tetap ada lah, cuma kurang update kalau masalah kasus mesum tu, lagian seperti yang sudah seri kita liat juga pun, kalo cweknya cntik cwoknya bonyok
Tulisan yang rapi, struktur kalimat yang Indah, terselip kelucuan dalam keseriusan. Mantap banget bang. Tks 👍
Gak tau mau post apalagi heheh, akhir2 ini steemit nampak sepi.
Terimakasih sudah membaca postingan kami kawan
Bukan sepi tetapi banyak sahabat #steemit yang egois, mereka tidak mau peduli sama postingan orang, tidak mau berbagi. Bukankah platform #steemit itu memiliki hukum timbal balik? Oleh karena itu jangan sesekali mengharap voting tanpa me-upvote... Hehe
Itu juga ada benarnya kawan, cuma maksd sya tadi upvotenya semacam turun harga