Kabut asap di Banda Aceh
Memandang langit mencari dimana matahari berada, asap abu - abu telah menguasai langit kami. Dimulai dari beberapa hari yang lalu, kabut tipis tak biasa mulai hadir.
Saya melihat ke luar jendela, jelas sekali ada sesuatu, tak ada langit biru. Saya berbicara pada beberapa teman, tentang kejanggalan langit beberapa hari belakangan ini. Semua seperti sepakat mengatakan bahwa itu menunjukkan langit sedang mendung.
Jembatan Pante Pirak biasanya terlihat dari sisi sungai, tapi kini hilang tertutup kabut asap
Hati saya tak puas dengan jawaban mereka, karena pengalaman telah memberi pelajaran keras untuk keluarga saya. Pengalaman menghadapi kabut asap yang menyebabkan anak kami jatuh sakit beberapa tahun yang lalu.
Berkat pengalaman ini, saya sudah jauh hari menyiapkan masker, disaat teman - teman saya masih percaya bahwa, ini adalah mendung pertanda hujan akan datang segera.
Pagi ini, kabut bertambah pekat, orang - orang mulai sadar saat melihat matahari berwarna jingga dengan selimut abu - abu mengelilinginya.
Matahari berwarna jingga dengan langit berwarna abu - abu
Saya mencoba mencari tau kualitas udara di Banda Aceh saat ini, dan hasilnya cukup mengejutkan saya. Kualitas udara berbahaya bagi kelompok rentan, jelas terbaca di halaman website airvisual.
Kualitas udara Banda Aceh hari ini pukul 10.00 WIB, dari www.airvisual.com
Kualitas udara Banda Aceh hari ini pukul 16.00 WIB, dari www.airvisual.com
Menjelang sore, kabut makin pekat, beberapa orang yang menggunakan seragam dengan tulisan Pemerintah Aceh di lengan kanannya, membagikan masker di lampu merah Simpang Lima. Satu persatu kendaraan yang berhenti, mereka datangi untuk memberikan masker secara gratis.
Suasana pembagian masker gratis di Simpang Lima tadi sore
Oh inilah pertanda orang - orang telah sadar bahwa, ini bukan mendung pertanda hujan, tetapi inilah dia kabut asap wahai saudara ku.