Aceh, Negeri Kaya Pengemis

in #aceh8 years ago

Ilustrasi pengemis.jpg
Ilustrasi pengemis

Aceh merupakan daerah yang memiliki hasil kekayaan alam yang berlimpah. Selain kekayaan alam, pemerintah pusat juga menggelontorkan puluhan triliun dana otonomi khusus untuk Aceh. Sayangnya, kekayaan yang dimiliki Aceh dan anggaran puluhan triliun, tidak menunjukkan Aceh suatu daerah yang makmur. Hal itu terlihat di berbagai wilayah di Aceh, yang kerap terlihat adanya pengemis dengan berbagai model. Mulai dari anak kecil, orang cacat, hingga para orang tua renta.

Seperti halnya di Banda Aceh, yang merupakan ibu kota daerah yang berjulukan serambi mekkah ini. Para pengemis seakan tumbuh subur, dari waktu ke waktu. Baik di persimpangan, masjid, cafe, warung kopi, serta di tempat-tempat objek wisata, yang kerap bisa dilihat banyaknya pengemis yang meminta-minta.

"Kalau kita duduk di warung kopi, ada aja yang datang minta sedekah (sumbangan). Apalagi kalau bulan puasa (Ramadan) atau menjelang lebaran. Seakan mereka memanfaatkan bulan ibadah, agar orang-orang mudah untuk memberikan sedekah," ujar Fahmi (22) salah satu mahasiswa di perguruan tinggi ternama di Aceh.

Banyaknya pengemis di Kota Banda Aceh, kata Fahmi, terkadang membuat dirinya resah dan terganggu. Apalagi, kata dia, ada pengemis yang terkadang marah, ketika tidak diberi sumbangan.

"Pernah saya ada teman dari Jakarta, mereka datang kemari untuk berlibur, lalu saya mengajak mereka ke salah satu tempat wisata di Aceh. Yang malunya, mereka terkejut karena setiap selang beberapa menit, pengemis menghampiri mereka untuk meminta sedekah. Baik untuk pribadi atau mengatasnamakan untuk bantuan dayah (pesantren) dan masjid," imbuhnya.

"Teman saya juga sempat berceloteh katanya Aceh kaya, banyak hasil bumi seperti minyak dan gas, tapi koq banyak pengemis".

Jika melihat pengemis menghampirinya, kata Fahmi, bukan berarti dirinya tidak merasa kasihan, atau prihatin terhadap kondisi para peminta-peminta tersebut. "Ada memang pengemis yang terlihat betul-betul susah. Tapi, terkadang ada pengemis yang terlihat sehat dan menurut saya dia mampu mencari nafkah sendiri," ujarnya.

Namun, Fahmi menambahkan, tidak semua masyarakat miskin di Aceh, yang menjadi peminta-minta. "Saya juga pernah melihat seorang nenek-nenek yang mencari nafkah dengan mengutip barang bekas. Ketika saya menghampiri dan orang tua renta itu, dia sempat mengatakan lebih baik menjadi pemulung dan menjual barang-barang bekas yang ditemukannya, daripada hanya pasrah dengan menjadi peminta-minta," kenang Fahmi.

Untuk itu, Fahmi berharap kepada pemerintah untuk dapat memikirkan cara mengatasi banyaknya pengemis di Aceh, dengan membuat program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Pemerintah juga harus memikirkan tentang lapangan pekerjaan di Aceh. Karena banyak sarjana di Aceh, yang hanya menjadikan ijazahnya pajangan di rumah, karena sulitnya mencari kerja. Semoga saja pemerintah tidak hanya memikirkan 'perutnya' sendiri dan keluarga terdekatnya saja," ujarya.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.083
BTC 60762.96
ETH 1565.09
USDT 1.00
SBD 0.47