Seteru Hitam dan Kelam

in #story8 years ago

Berita merayap di jalan-jalan kumuh kota, dibawa tikus got ke segala penjuru daerah hingga tiada lepas pasang-pasangan telinga mendengar koaran dari moncong yang bersuara.

"Hitam dan Kelam akan berperang!" Begitulah sebaris kalimat yang menyambar bersahut-sahutan tanpa kenal ras atau spesies.

eye-1170349_1920.jpg

Asal

Dari moncong anjing, ke telinga kucing, lalu diteruskan oleh ciapan burung, bahkan racauan cicak dan tokek pun tak lepas mengoarkannya.

Berita besar bagi kota yang sudah sejak lama terbagi menjadi dua kubu. Daerah Selatan yang dipimpin oleh Kucing Hitam, dan bagian Utara dengan Gagak Kelam sebagai pemegang kuasa.

6e23a3e4d2709b903fdb107c567e3901.jpg
Asal

Setelah beberapa tahun berlalu sejak pertarungan di tengah kota, kedua pimpinan itu akan kembali berseteru memperebutkan wilayah yang telah lama menjadi sengketa kedua belah pihak. Didasarkan tragedi pertengkaran antara penghuni masing-masing wilayah kekuasaan di daerah sampahan, tempat jamaknya para hewan mencari makan.

Hari penentuan tiba. Di pelosok daerah sampahan kota yang temaram, dengan deretan kotak berisi penuh limbah di kiri dan kanan. Sesak tiap sudut akan banyak kepala dengan pikiran dan tujuan masing-masing. Disatukan peristiwa apik yang tak lama lagi akan terjadi.

Sekedar melihat keseruan akan pertarungan antar jagoan dua wilayah, atau menanti tidak sabar tontonan yang dijadikan bahan taruhan sekerat daging atau tulang simpanan. Bahkan bagi beberapa oknum, pertarungan ini adalah jalan untuk mereka dapat menguatkan posisi kekuasaan. Mengail di air keruh istilahnya.

images(133).jpg
Asal

Matahari mulai turun ke ufuk barat, membuat daerah temaram semakin pekat diselimuti kegelapan. Namun, tiada berdampak kepada ratusan pasang mata binatang malam, yang mampu melihat di kosongnya cahaya goa dan selokan tak bertuan.

Gelap membawa hening, begitu kepak berat membawa mendarat sesosok raja langit bertubuh hitam. Sepasang cakarnya mencengkeram kuat tepian troli bekas yang teronggok di tengah arena. Dia diam mematung bagai karang, menunggu lawan yang sudah dijanjikan.

Sekejap semua terhenyak, saat dari tingginya bangunan, meluncur deras siluet hitam yang melandas bagai tanpa beban di jalan aspal penuh koyak. Dia Kucing Hitam, yang sekilas lewat dari kedatangan spektakulernya, membalas tajam tatapan Gagak Kelam di hadapan.

Sunyi pecah oleh gemuruh penonton yang tak sabar menyaksikan pertarungan dari dua kuasa, yang pada pertarungan dahulu berhasil memporak-porandakan seisi kota. Gaduh kemudian tenggelam terendam geram Kucing Hitam, yang berbalas koak Gagak Kelam.

Dua eksistensi berbeda spesies itu menerjang ke hadapan. Gagak Kelam meluncur dengan paruh terhunus mengarah kepada Kucing Hitam yang melesat tanpa ragu, berbekal cakar tajam mencuat.

images(134).jpg

Asal

Teriakan penyemangat pertarungan dua kekuatan besar sekali lagi hilang, saat decit beriring derak keras terdengar di tengah arena. Dua pesaing itu berdiri saling membelakangi, dengan jejak serangan mereka yang terpahat dalam di aspal. Terlihat jelas tidak dimaksudkan untuk saling menjatuhkan.

"Dengar kalian para binatang yang budiwan dan budiwati, di sini telah kami torehkan perjanjian damai dalam waktu yang tak terbatas, antara kubu Utara dan Selatan,dengan harapan tidak ada lagi perselisihan antara kita bersama." Gagak Kelam berkata tegas hingga gemanya menelusup ke setiap pendengaran tanpa terkecuali.

"Kami sadar, tidak akan ada gunanya perseteruan ini, karena hanya akan membawa kerugian bagi kedua belah pihak, yang malah mungkin dapat membuat pondasi kesatuan hancur. Dihancurkan demi nafsu manusiawi kotor para oknum mabuk kuasa. Oleh karena itu, aku dan sahabatku, mengikrarkan sumpah untuk berdamai dan menjadikan wilayah sampahan ini sebagai daerah netral dan milik bersama. Dijaga oleh kami berdua demi perdamaian para binatang." Ucapan Kucing Hitam dibalas dengan gelegar gempita para bintang yang menuakan mereka. Sorak sorai senang atas keputusan pimpinannya.

images(135).jpg

Asal

Sore tenggelam digantikan malam. Namun, wilayah sampahan penuh sesak oleh perayaan para binatang atas perdamaian yang mereka raih atas dasar kompromi yang menundukan ego kedua belah pihak. Damai bagi mereka yang bisa bertoleransi dengan perbedaan dan kuasa, walau banyak diri dan oknum kotor yang mendengus kesal karena tiada dapat merengguk untung pribadi atas kekacauan yang ternyata berakhir damai.

Re-Kun
Lampung, 11-06-2018

IMG_20180529_040506.jpg

Sort:  

Saya masih hanya menerka saja tentang cerita ini ke arah mana..
Tetapi
Saya suka cara menuturkan cerita perumpamaan nya @re-kun .

Gak ada muatan politik atau yang lainnya, walau pesan yang mau saya sampaikan memang bersinggungan dengan apa yang ada di negeri kita tercinta ini...

Terimakasih atas komentarnya, @komenk81 :)

ceritanya agak "berat" tapi suka dengan diksinya. ngg... pemilihan gambarnya masih kurang tepat ^^

Terimakasih... 😉

Iya, agak susah nyari gambar yang tepat...

Aksara yang dalamm
dan penuh makna😊

narasinya bagus @re-kun.
Keren.
Saya suka ambil gambar dari unsplash.com

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.081
BTC 61264.97
ETH 1593.01
USDT 1.00
SBD 0.47