Seni Kaligrafi
Setiap melihat seni kaligrafi selalu ada kebahagiaan tersendiri, padahal saya bukanlah kaligrafer, saya hanya penikmat seni saja. Dan ada rasa membuncah terciprat kesenangan yang luar biasa.
Dan mengenal kaligrafi semenjak SMP , kebetulan dulu saya sekolah di Pondok Pesantren Dayah Jeumala Amal dan disana salah satu pelajaran yang harus dipelajari yaitu Khat. Kami belajar dari khat naskhi dan riq'i.
Dan yang sangat berkesan dengan pelajaran khat karena guru yang mengajar khat dulu pernah beliau buat nama saya di kaca sebagai bahan uji coba, senangnya bukan kepalang karena satu-satunya yang dapat gratisan :)mungkin waktu SMP saya orangnya sangat pendiam, tidak banyak bicara dan hanya memperhatikan dan saya duduk paling depan. Dan si guru terinspirasi untuk menyumbang karyanya, kaleee...
Sampai sekarang tulisannya masih saya simpan walaupun berkali-kali jatuh dan pinggirannya sudah bergerigi:) semoga Guru saya tersebut dimudahkan segala urysan dunia&akhiratnya.
Karena pecinta seni khat ini, di facebookpun kalau ada kaligrafer langsung saya tambahkan jadi teman, demi menikmati khat. Dan saya pasti berkomentar setiap tulisan tentang kaligrafi, gitu ya kalau sudah senang. Dan ada seorang adek kaligrafer namanya Muhammad Maimun kelahiran Aceh .si adek ini pun sudah mulai mengeksplor bakatnya dengan membuat nama-nama dijadikan gantungan kunci atau apalah.
Karena kami dekat di dunia maya tapi tidak pernah berjumpa karena dia domisili Malaysia padahal setiap ke Malaysia selalu saja dia pingin jumpa karena saya dianggap fansnya. Ngefans sama khatnya bukan orangnya ya:)
Pernah suatu ketika sampai dia meluang waktu main bulu tangkisnya hanya pingin jumpa saya tapi waktu itu saya datang terlambat dan dia pinginnya makan di KFC dan waktu itu saya lagi merasa tidak cocok di lidah dengan menu KFC, akhirnya cancel perjumpaan, dan ternyata kawan-kawan dia juga mantan murid saya, memang murid ada mantannya??:) eh guru ya yang tidak pernah menjadi mantan? Aduh harus berfikir dulu ni..karena status guru tidak pernah usang dimakan waktu senantiasa mengalir pahalanya. Siapapun guru itu, tidak pernah dan jangan pernah jadikan dia mantan guru, sekurang-kurangnya senantiasa menyelipkan doa untuknya setiap berdoa.
Dan tiba-tiba baru-baru ini siadek buat gantungan kunci dengan nama saya, melelehlah kan ya? karena saya senang dengan kaligrafi, senangnya luar biasa. Dan saya orang yang paling iseng di funia nyata dan maya, kalau dia lagi buat nama-nama pemesan, pasti saya nyelutuk :"saya juga mau! Itu bukan hadiah kan ya? pemaksaan kayaknya hehe.. ini dia taraaaaa
Banyak lagi karya dia yang sudah berjibun
Kalau berbicara tentang kaligrafi memang selalu membuat hati berbunga-bunga sangking bahagianya, tapi jangan suruh saya karena saya orang yang krasa krusu, tidak betah dan tidak bisa fokus.
Sejarah Kaligrafi
Kata kaligrafi diadopsi dari kata calligraphy (Inggris) bersumber dari dua kata Yunani, kallos (indah) dan graphia (tulisan, aksara atau gambar).
Kaligrafi terkenal dengan peradaban dunia, tidak hanya di Barat tapi juga di Timur.
Di Arab dikenal dengan khathth dan di Indonesia dengan khat.
Menurut Al-Akfani (1349 M) khat adalah ilmu yang mengajarkan tentang huruf-huruf tunggal dan cara meletakkannya dalam suatu susunan atau rangkaian tulisan atau apapun yang ditulis dengan media garis. Dan bagaimana yang harus ditulis atau apa yang tidak boleh ditulis serta apa dan bagaimana ejaan yang dapat digubah.
Dan biasanya Khuththath (kaligrafer) memiliki kehalusan jiwa atau rohani karena khat adalah seni arsitektur rohani yang tampak melalui bentuk jasmani (tulisan)
Seorang kaligrafer harus mempunyai kesabaran terutama pemula dari menarik garis dan dalam perhatiannyaterhadap ukuran dan bentuk huruf. Seorang kaligrafer tidak boleh krasa krusu karena harus menekuni setiap tegak dan lengkung garis, memperhatikan panjang dan pendek hubungan antar huruf secara halus maupun tajam membentuk huruf-huruf yang terangkai dalam suatu kata atau kalimat.
Seorang kaligrafer memerlukan suatu penghayatan rohani dan jiwa senantiasa harus fokus.
Dan saya sebenarnya bukan kaligrafi saja yang saya sukai, semua jenis seni saya suka tapi jangan suruh saya yang berkarya, hanya penikmat saja, setiap saya berjalan kemana saja pasti karya seni jadi sorotan mata walaupun setelah itu lupa:) karena menurut saya benda-benda itu sangat elegan di mata.