Anak Ayam Berinduk Kulkas
Hai Steemian
Bagi kamu yang sering mengikuti #thediarygame sudah tidak asing dengan keseharian saya yang rutin setiap hari melakukan pengecekan terhadap ayam peliharaan.
Sejak dua hari yang lalu dua induk ayam yang mengeram dalam sarang "madu tiga" sudah tidak lagi mengeram. Hal ini terjadi karena 9 telurnya telah menetas dari jumlah telur 18 butir saat dierami. Hanya tersisa satu induk di dalam sarang yang tampak setia menanti kelahiran sisa anaknya dari cangkang telur.
Karena terpaut waktu sampai seminggu belum ada yang menetas, akhirnya saya memutuskan untuk mengganti dengan telur baru dari sarang lainnya yang induknya tidak paham mengeram.
Tidak tanggung-tanggung ketidakpahamannya sampai-sampai induk itu memecahkan telurnya untuk langsung mendapatkan mengeluarkan anaknya dari cangkang. Awalnya saya menyisakan 3 butir di sarangnya. Namun ia kembali memecahkan telurnya, akhirnya saya terpaksa mengosongkan sarang tersebut.
Adapun ayam "madu tiga" yang masih mengeram saat ini telah berganti ke telur baru semua dari sarang tadi. Menurut perkiraan dokter Google telur tersebut akan menetas pada tanggal 15 September mendatang (21 hari).
Sedangkan telur lamanya tersisa 10 butir yang belum menetas saya pindahkan ke kotak Aqua gelas yang diberi alas kain pel bekas. Kotak tersebut saya hangatkan memakai bola lampu yang tersedia dirumah (lampu led 7 Watt). Keesokan harinya saya cek ternyata lampu tersebut tidak menimbulkan hawa panas. Akhirnya saya ganti dengan lampu tidur di kamar ukuran 1 Watt namun lebih hangat.
Sore hari saya cek ternyata juga belum terasa hangat telurnya. Akhirnya saya mencari lampu pijar 5 Watt sesuai rekomendasi dokter Google. Beberapa tempat saya kunjungi sudah tidak zamannya sekarang memakai lampu pijar yang boros kata penjual.
Saya berpikir keras bagaimana lagi cara menghangatkannya. Setelah saya berkeliling mencari sumber panas di setiap elektronik di rumah, akhirnya saya menemukan sumber panas yang stabil tanpa tambahan energi lain.
Alat tersebut adalah mesin kulkas (lemari es). Lemari es memang sejuk di dalam, namun selalu hangat di mesin yang terdapat di bagian bawah belakang kulkas. Seperti menemukan secercah harapan sayapun langsung mendesain kotak agar mendapatkan kehangatannya.
Saya tidak begitu yakin keberhasilan dari cara seperti ini, karena saya jiga tidak menyertakan termometer untuk mengukur suhu apalagi mengukur kelembaban sesuai yang disarankan dokter Google.
Telur menetas dari kehangatan mesin kulkas
Karena ide gila dari orang waras seperti saya ini tidak pernah saya sampaikan kepada orang laim, maka istri saya juga kebingungan mencari kotak yang kemarin saya letakkan lampu di dalamnya sudah tidak ada di tempat.
Siangnya saya ditelfon istri hanya untuk menanyakan posisi kotak tersebut yang sudah hilang. Saya terpaksa menjelaskan bahwa kotaknya ada di belakang kulkas untuk menerima kehangatan yang stabil. Sambil tertawa (sudah kuduga) istri tidak lagi berkomentar, mungkin karena takut durhaka sama suami. Apalagi surga istri terletak dibawah telapak kaki suami, walaupun saya yang baik hati tidak pernah memberikan telapak kaki kepada istri walaupun sedang marah.
Sore hari ini menjadi hari pembuktian bahwa ide gila bukan berarti orang gila, maksudnya bukan berarti gagal. Seperti Thomas Alfa Edison, Alexander Graham Bell dan James Watt yang menjadi penemu hebat setelah kegagalan yang tak hingga. Akhirnya terdengar suara cit-cit dibawah kulkas. Saya langsung mengabadikan momen spesial ini. Seekor anak ayam yang berusaha keluar dari cangkangnya.
Walaupun sedikit naik bahu sebelah saya atas keberhasilan ini, namun saya tidak menyombongkan diri di depan istri. Langsung saya angkat bayi ayam ini ke induk "madu tiga" yang masih mengeram untuk mendapatkan pendidikan lebih lanjut. Nanti setelah tamat pendidikan dasar mungkin akan saya serahkan ke keluarga besarnya yang telah lebih dulu keluar dari cangkangnya.
Demikian penelitian sederhana saya yang lebih heboh daripada penelitian yang dilakukan Cak Lontong Sayur. Semoga sahabat steemian tidak pernah menyerah dalam menjalani bisnis yang kadangkala terasa berat. Yakinlah tidak selamanya gagal namun juga tidak selamanya sukses. Berpikir positif jadikan kegagalan sebagai modal meraih kesuksesan...
Share ke Twitter

This post has been rewarded by @steemcurator08 with support from the Steem Community Curation Project.
Follow @steemitblog to get info about Steemit and the contest.
Greetings: anroja
Dulu ada lagu paling hits di Aceh "Manok toh boh Karim Han ceh",, hhaaaa smile