Peran.
"Aku tahu, kau rindu masa masa romantika kita dulu,"
"Itu bukan romantika, itu tragedi! Bukankah kita pernah hampir bunuh diri karena saat itu kita tak punya apa apa untuk dimakan. Kita sangat miskin. Satu satunya barang berharga yang kita punya adalah sebilah pisau. Pisau itu pun tak laku ketika hendak kujual di pasar karena sudah tumpul!"
"Oh, iya, aku ingat itu! Saking pasrahnya kita pada keadaan, kita berniat bunuh diri dengan bergantian mengiris nadi tangan kita dengan pisau tumpul itu. Karena kau tak tega aku mati lebih dulu, kau mencoba mengiris tanganmu duluan."
"Bodoh, itu karena aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin kau mati, lebih baik aku saja!"
"Iya, tapi ujung ujungnya karena sama sama tak berani menghadapi kematian, kita tak jadi bunuh diri."
"Ya, itulah kenapa kukatakan itu adalah tragedi."
"Tidak, itu adalah romantika!"
