Yang Halu di Musim Damai

in Indonesia5 years ago (edited)

Dalam masa damai Aceh ini, keberkahan terus turun sehingga tiada lagi tentara datang meminta bendera Turki, walau hanya sekedar untuk memastikan itu bukan bendera Arab Saudi, Cina dan Australia.-saksimata

20210422_050728.jpg[bendera bersejarah itu]

Sebagai kontraktor, saya sekeluarga tidak berdiam di satu tempat untuk jangka waktu melebihi 3 tahun lamanya. Saya akan terus berpindah sampai nanti punya rumah sendiri.

Mengontrak rumah dan berdiam di sana melanjutkan kehidupan, memberi pengalaman yang tak akan didapatkan oleh orang yang setelah berumah tangga sudah punya rumah sendiri: baik pemberian mertua/orang tua sendiri, rumah dinas, hadiah kuis dan atau, rumah hasil rampasan perang.

Walau pun rumah kita kontrak milik orang lain, tapi kita tetap punya hak memperlakukannya semau yang kita idam-idamkan. Misalnya mewarnai dengan sentuhan ala baju loreng tentara Amerika atau warna baju para jenderal junta militer Myanmar. Juga tak dilarang menambah jeruji besi pada setiap tingkap dan pintu. Disilahkan menanam bunga. Asal bukan menanam bunga bank di halaman.

"Itu akan tumbuh riba!" Kata para anti perbankan non syari'ah.

Baiklah! Karena ada hak memperlakukan rumah semau yang saya ingin, suatu hari, rumah kontrakan itu saya pasangi bendera bulan bintang milik Turki di jendela kamar depan. Perlu saudara sekalian ketahui, istri saya dihadiahkan bendera bulan bintang itu oleh kontingen Turki saat mengunjungui Aceh untuk ikut acara Sufi Musik Festival. Istri saya mendampingi kontingen Turki untuk mengurus segala keperluan. Juga, pemimpin kontingen terharu dengan istri saya karena di nama beliau ada "Aya Sofia"-nya. Sama halnya saat kita ke London, berkenalan dengan abang-abang taksi di sana bernama katakanlah, Young Alexander. Yang serta merta akan kita artikan sebagai Iskandar Muda. Ingat! Namun itu bukan nama KODAM.

Bendera itu pas benar seukuran tingkap. Dengan merah dominan, kian pas buat memyemangati diri. Bendera itu aman damai disangkutkan sebagai pengganti gorden hingga sampai masa yang dinanti-nanti untuk diceritakan.

Seorang tentara melintas di depan rumah saya. Ia memanggil istri saya dan menanyakan:

"bapak ada?"

Bapak di sini maksudnya suami dari istri saya yang ternyata saya.

"Gak ada" kata istri saya

"Mohon lepas bendera GAM itu" intruksinya

"Itu bendera Turki, pak" istri saya bertahan

"Bukan! Itu bendera GAM. Ada bulan bintangnya. Mesti bendera GAM" tentara menjelaskan.

"Bendera GAM ada garis hitam panjang, pak. Di sisi kiri-kanannya garis putih. Itu bedanya!" Istri saya terangkan kepada bapak tentara yang ngotot.

"Terserah. Tolong lepaskan sebentar. Saya kasih lihat ke komandan saya yang sedang makan di warung depan"

"Okey" istri saya mengiyakan.

Bendera dibawa ke warung tempat komandan sang tentara makan siang.

Tentara kembali ke rumah.

"Benar! Ini bendera Turki kata komandan saya" kata tentara.

"Okey, pak. Sini benderanya saya mau pasang lagi" pinta istri saya.

Mengambil bendera, menutup pintu dengan tentara yang entah bagaimana di luar.

20210422_050804.jpg

Hujan turun menjelang sore itu di kawasan simpang dodik yang permai lengkap dengan rudôk kecil membumbui.

Dalam masa damai Aceh ini, keberkahan terus turun sehingga tiada lagi tentara datang meminta bendera Turki, walau hanya sekedar untuk memastikan itu bukan bendera Arab Saudi, Cina atau Australia.

Yang halu telah berlalu.

Salam sayang

Sort:  

Fobianya berlebihan

Itulah kak @rayfa Di langit padahal cukup banyak bintang dan bulan sabit. Tapi langitnya gak merah, ya!?

Lon jinoe siat anti ngon perbankan syari'ah selagi mantong dipakek motto "jika bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah".

Idroneuh mndum anti. Wasap jg anti. Yg bek anti, SBD,beh.

SBD kiban ta anti. njan breuh keu tapajouh. Tanjou hana jibri jadup le Po Printah, alah jibri jadup SBD le kanda-kanda elite Steemit.

Saban lon han anti SBD.

Wahai erdogan, pimpinlah kami!

🤣🤣🤣🤣🤣, @senja.jingga

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.103
BTC 64176.44
ETH 1798.29
USDT 1.00
SBD 0.38