Pergilah sayang

in #esteem8 years ago (edited)

image

matanya indahnya sembab. pipinya yang biasanya berwarna merah merona, kini harus rela menjadi aliran airmata itu. bibir mungil yang manis itu ia gigit tuk mengurangi suara isak tangisnya yang masih terus keluar dari sana. wajah gadis cantik ku kini terlihat suram, kemana matahari ceria yang biasanya selalu setia mengikutinya? kenapa justru sekarang awan kegelapan yang bersamanya? ia seperti bukan gadis ku.

“hhiikkss..” ia tertunduk di bawah tatapan ku. tubuh mungilnya yang biasanya selalu bergelayut manja dan tak bisa diam itu kini justru hanya terpampang tubuh lemah dan bergetar menahan tangisnya. oh, dunia apa yang sudah kau perbuat pada gadis ku?! aku bersumpah akan menghancurkan mu jika kau sampai menyakitinya. tak ada yang boleh melukai dan menyakiti gadis ku sedikit pun!

“a..aku harus..pergi” ia masih tertunduk. dahi ku mulai mengerut, bingung. apa maksudnya? kenapa hati ku menjadi tak enak sekarang?

“ayah..memaksa ku..kuliah di london”

JEEGGEERR

petir tiba-tiba bergemuruh di hati ku. awan cumulonimbus kini menyelimuti diri ku. jiwa ku terasa pergi melayang-layang meninggalkan raga ku. ucapanya tadi bagaikan samurai yang menebas habis tubuh ku.

ia akan pergi ke london, inggris. ia akan berada di benua yang berbeda dan jauh dari ku. ia akan pergi jauh dari ku. ia akan meninggalkan ku. gadis ku akan meninggalkan ku. aku akan di tinggal sendiri olehnya. aku tanpa sosok dia untuk waktu yang lama, jadi apa aku nanti? aku sudah terbiasa dengan kehadirannya di hidup ku. senyum manisnya, mata berbinar cerahnya, suara merdunya saat berbicara, tingkah laku konyolnya, kebiasaan makanya yang unik, cerita-cerita lucunya, dan keceriaanya yang selalu melekat pada dirinya yang selalu membuat hari-hari ku berwarna. ya, dia gadis ku si periang yang kini sebentar lagi akan meninggalkan ku.

“apa kau yakin?” aku mencoba tuk mencari sekecil apapun itu harapan agar ia tak meninggal ku. bagaimana aku rela melepas matahari ku pergi dan dunia ku akan menjadi gelap gulita.

“ayah sudah mendaftarkan ku di kelas seni” cicitnya di tengah tangisnya, ia masih tertunduk tak berani menatap ku.

kelas seni, ya itulah impiannya. ia dan seni tak akan bisa di pisahkan. darah seni mengalir lekat dalam dirinya. terutama seni lukis. saat jemari-jemarinya dan kuat bersatu dan bermain dengan puluhan warna itu adalah saat-saat yang sangat mengagumkan, aku pun selalu di buat terpesona olehnya saat ia tengah hanyut tenggelam dalam dunianya dan goresan-goresan warna yang ia tuangkan pada kanvas putih itu. ia adalah gadis yang sangat berbakat. yakinlah saat kalian melihat hasil karyanya kalian pasti akan ikut terhanyut kedalam lukisan-lukisannya itu. karyanya tak kalah oleh pelukis dunia lainnya.

hati ku serasa di remas-remas. bagaimana mungkin aku dapat menghalanginya untuk meraih impiannya. ini adalah kesempatan terbesarnya untuk dapat meraih impiannya. aku akan menjadi orang yang sangat jahat jika aku melakukan hal itu. tapi aku mencintainya. aku tak mungkin bisa bertahan tanpa ia di sisi ku. ia adalah segalanya bagi ku.

“aku tak ingin kau pergi..aku mencintai mu..” kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibir ku. ia tercekat setelah mendengar ucapan ku. ia dengan mata penuh airmatanya menatap ku dalam. kemudian mengalir lagi tetesan airmata yang berasal dari telaga beningnya. oh..jangan.aku tak ingin kau menangis sayang, itu adalah hal yang paling terakhir yang ingin ku lihat darimu.

ku angkat ke dua tangan ku untuk menyentuhnya, menyentuh pipinya yg basah, menghapus airmatanya. wajah cantiknya kini terlihat rapuh. mata indahnya kini nyalang menatap ku kosong dengan penuh kebingungan. oh..gadis ku, apa ini sangat sulit bagi mu?

ku tatap ia dalam penuh cinta. ku rengkuh ia kedalam pelukan ku. kemudian seperti biasa saat ia sedang sedih ia akan menenggelamkan wajahnya di dada ku, seakan-akan dada ku adalah tempat persembunyiannya yang paling aman. saat ia sudah berada di posisinya di dada ku, ia justru semakin terisak. aku pun merasakan kemeja ku menjadi basah, bahkan airmatanya pun bisa ku rasakan merembas menyentuh kulit ku. rembasan airmatanya itu justru membuat ku merasa tengah di tusuk-tusuk oleh pisau belati. ‘jangan..ku mohon jangan menangis lagi’ melihatnya menangis adalah hal terakhir yang ingin ku lihat darinya.

ku eratkan pelukan ku, berharap ia akan segera tenang dan juga berharap agar hangatnya pelukan penuh cinta ku bisa ia rasakan. ya cinta. aku sangat mencintainya dan aku tahu ia juga mencintai ku, sama besarnya seperti cinta ku padanya. karna cinta kami telah bersama hampir 3 tahun. telah banyak cerita suka, duka, pahit, manis yang telah kami rasakan. bahkan kerikil-kerikil kecil pun berhasil kami lalui, yang justru semakin mempererat tali cinta kasih yang kami genggam erat. aku sangat mencintainya. aku tak ingin pergi jauh darinya. namun mungkin kini tiba saatnya untuk kami membuktikan eratnya tali cinta kami.

ku hirup harumnya strawberry yang selalu ku dapat saat ku ciumi rambutnya. ia masih terisak walau kini agak sedikit berkurang di dalam dada ku. getaran tubuhnya pun mulai melemah. ku usap lembut punggung mungilnya. ku kecupi puncak kepalanya. hingga beberapa saat kami pun terus sepertu ini, sampai aku rasakan ia mulai lebih tenang.

“aku sangat mencintai mu” ujar ku melafalkan cinta ku padanya. ia masih bersandar di dada ku, tangannya memuluk pinggangku erat.

“aku juga sangat mencintai mu” dengan lirih ia membalas pernyataan cinta ku. walau pun sudah 3 tahun kami bersama hati ku selalu membucah menghangat saat ia menyatakan cinta pada ku, seperti layaknya sepasang kekasih baru saja.

“pergilah..kerjalah impian mu” ujar ku sambil berusaha mengatur suara ku yang hampir tercekat. ya walaupun pikiran egois ku mengatakan jangan biarkan dia pergi, tapi hati kecil ku justru mengatakan biarkan ia pergi mengejar impiannya. ya biarlah ia mengejar impiannya. mengejar apa yang menjadi hasrat hidupnya dan mengejar apapun yang akan membuatnya bahagia. dan aku pun tak perlu risau karna aku tahu hatinya sudah menjadi milik ku.

ia terdiam mendengar ucapan ku. sesaat kemudian ku rasakan pelukannya mengencang.

“aku tak ingin pergi jauh dari mu” ujarnya sesak seakan ada sesuatu yang mencekiknya.

“aku juga tak ingin kau pergi jauh..tapi, aku juga tak ingin menjadi seorang pria jahat yang ingin menghentikan impian mu” ku lepaskan pelukan ku, ku remas ku bahunya, ku tatap dalam matanya. “pergilah..kerjarlah impian mu..lalu kembalilah pada ku”

“aku sangat mencintai mu” suaranya lirihnya terdengar hingga menusuk ke jantung ku. kemudian ia menenggelamkan tubuhnya kembali ke pelukan ku. ku balas pelukkannya erat, sangat erat hingga mungkin ia akan remuk redam karna pelukan ku.

ku pejamkan mata ku, dalam pelukan ku aku berusaha mengingat saat-saat seperti. tubuh mungil ini sebentar lagi tak dapat ku rengkuh dalam pelukan sesuka hati ku lagi. ku hirup dalam aromanya tubuhnya, menyimpan aromanya dalam ingatan ku. ku dekap erat tubuhnya tuk mengingat hangat tubuhnya di tubuh ku. aku harus menyimpan semua memori tentang dirinya, sebelum ia benar-benar akan meninggalkan ku.

gadis ku, ku biarkan kau pergi meninggalkan ku, ku relakan kau mengejar impian mu, dan kembalilah pada ku nantinya.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.100
BTC 61984.79
ETH 1763.17
USDT 1.00
SBD 0.38