Suara Malam Ramadhan
Tak ada penjuru yang tak mendengungkan ayat-ayat Al-Quran di setiap bulan Ramadhan. Dari mesjid raya Baiturrahman bersambung ke mesjid-mesjid lain, hingga ke meunasah-meunasah kecil diujung jalan pun mendayu indah gema asmaNya.
Tiupan angin malam di pinggiran kota Banda Aceh yang sebelah utaranya berbatasan dengan selat malaka membawa bahana itu terkadang semakin keras dan sesekali hilang dibawa angin barat.
Suara berat bapak-bapak tua pengurus meunasah menjadi pengantar tidur di kampungku malam ini, walau lamban namun makhrajalhuruf nya pas tak berubah. Mengayun lembut lalu perlahan hilang dari pendengaranku, barangkali angin membawanya ke barat atau mungkin aku yang membawanya ke alam mimpi.
Jam 3 lebih tak banyak, aku terjaga dari tidur panjang sedikit. Suara ngaji bapak tua pengurus meunasah itu tak lagi tertangkap oleh indra dengarku. Kupingku seperti ingin memberontak. Suara pemuda dan anak-anak silih berganti bernyanyi
"Oh Ibu Bapak, Ibu Bapak- Ibu Bapak. Hai Kajuet Beudoeh. Watee ka Sahoe".
Salam Manis,
@only.home
Malam Ramadhan beut ngen zikir beule2 bang..hehehehhe
Insyaallah...
Beumeutuah😁