Masyarakat Cinta Alam ( MACILA )

in #aceh8 years ago

Mereka bukan terlahir, tapi di lahirkan. Bukan dari konvensi dua manusia yang berlainan jenis, tapi ada beberapa manusia sesama jenis -- Laki-laki !!!
Jangan sebut mereka LGBT, bisa panjang urusannya nanti.

Dari ujung jalan Darussalam Banda Aceh, kita akan melewati dua kampus jantòng hatè masyarakat Aceh, UIN Ar-raniry dan Universitas Syiah Kuala.
Lurus lagi kedepan kita akan menjumpai simpang tiga Tungkop, hidupkan lampu sein kanan, kita akan belok ke kanan, (jangan seperti "the Power of emak-emak", lampu sein kanan beloknya ke kiri - nauzubillah) lalu lurus lagi sekitar 3 atau 4 kilometer. Tepatnya di Jalan Blang Bintang Lama. Lr. Jeuragan, Gampoeng Lamtimpeung. Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Kalau sudah sampai dan berputar-putar disana, bertanya saja pada warga sekitar dimana markas besar MACILA. Agak sedikit Elusif di deteksi, karena memang letaknya agak menjorok ke ujung perkampungan yang berdampingan dengan persawahan, mungkin GPS pun akan hilang kendali.

image
image (Gambar : pemandangan persawah dari sekretariat MACILA)

Jangan tanya kenapa pohon kelapanya tinggal satu, di lain kesempatan insyaallah akan saya cerita.

image(Gambar : Sekretariat MACILA)

Yaa.. Mereka masyarakat pecinta alam bukan Mahasiswa pecinta alam.

Meskipun lahir dari rahim Mahasiswa pecinta alam, tapi mereka bukan mahasiswa. Mereka masyarakat biasa yang memilih untuk tidak menjadi mahasiswa. Ntah karena biaya ataupun memang tak suka. Yang penting bagi mereka adalah berkarya, berkarya atas nama menjaga kedaulatan sumber daya alam Aceh Besar.

Mereka tahu betul bahwa Alam bukan untuk di eksploitas, apalagi di kebiri bagai guru oemar bakri.

image
image
image

Berbekal kepeduliannya terhadap Alam Aceh Besar, mereka beberapa orang masyarakat mengajak seluruh element pecinta alam untuk duduk berdiskusi mendirikan sebuah lembaga independen demi tujuan konservasi. Karena mereka sadar -- satu suara tidak akan berefek apa-apa, namun saat suara pemuda berideologi hijau bergabung menjadi satu kesatuan, terlahir dalam komunitas dan perkumpulan, maka mereka yakin aksi dan gerakan mereka menjadi semakin runcing.

Imbasnya adalah mampu menerjang kokohnya barisan pelaku kejahatan lingkungan sampai kuat nya mempreteli birokrasi pemerintahan yang tidak berpihak.

Atas Rahmat Allah SWT dan dukungan seluruh masyarakat Aceh Besar serta patronasi Mapala se-Aceh, 05 April 2009 lahir lah sebuah lembaga independent yang mereka beri nama MACILA (Masyarakat Cinta Alam).

Lihat Video suasana di Macila yang dituangkan dalam sebuah lagu, yang di populerkan Oleh Pane Band, salah satu Band Indie termasyur di Aceh. -- Arsip 2017.

Misi mereka tidak muluk-muluk -- Sumber Daya Manusia pemuda dan masyarakat Aceh Besar yang berkualitas terhadap pengetahuan alam dan lingkungan itu sudah lebih dari cukup.
Karena ketika SDM sudah melekat, tinggal menggali sedikit lagi bagaimana memanfaatkan seluruh potensi alam dan lingkungan Aceh Besar bagi kemaslahatan ummat.

Kalian Luar Biasa begitu kata Ariel Noah, ketika melihat antusias penonton bersorak di bawah panggung.

Lestari Alam ku.
Salam Manis!!!
@Only.home

To be continue...

Sort:  

Indahnya alam kita.. Dengan saling menjaga

Mari melestarikan...

Kop ngerr wak...

Nyan bak teumpat lon, pajan kakak keunan only.home.

Nyan bandum Rakan lon

Nyan yg ka gawat...
Dari phon berdiri kaem lon jal keunan...
Salah saboh Pendiri jih saboh angkatan di Mapala Hukum ngon long..

Awalnya nyan cuma kebun tempat bercocok tanam, namun setelah jahrul SH dan tompel ikut bergabung kenang berubah kebun nyan jeut keu macila.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.098
BTC 64332.32
ETH 1859.09
USDT 1.00
SBD 0.38