Part #1 Creative Minority Writing Workshop
Hi everybody. At the beginning of the post, I would like to thank you for still visiting, voting, commenting even without me knowing there are also willing to share my post (really happy, serious). Thank you!
Hai sahabat semuanya. Di awal tulisan saya ingin mengucapkan terima kasih karena masih mengunjungi, memberi vote, komentar bahkan tanpa saya sadar ada juga yang bersedia meresteemnya (senang banget, serius). Terima kasih ya!
Let me share a story about yesterday's two-day activity. Since this is part 1, I will tell you about the activity on Wednesday, March 28, 2018. Again KSM Creative Minority SME created a Creative Minority Writing Workshop (CMWW) which took place in the Cut Meutia Hall, Bukit Indah-Unimal Campus. Certainly presenters are one of Indonesia's female sociologist named kak Zubaidah Djohar.
Izinkan saya berbagi cerita tentang kegiatan dua hari kemarin. Karena ini part 1, maka saya akan menceritakan tentang kegiatan pada hari Rabu tanggal 28 Maret 2018. Lagi dan lagi UKM KSM Creative Minority membuat acara Creative Minority Writing Workshop (CMWW) yang bertempat di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah-Unimal. Pastinya pemateri adalah salah satu sastarawan perempuan Indonesia bernama kak Zubaidah Djohar.
Truthfully and actually the birth of this activity because follow up from Creative Workshop yesterday. You could say this is a follow-up activity. If the Creative Workshop held in February discussed the post-conflict situation. So in the CMWW event, yesterday talked about how important a story and history is immortalized in the form of writing. I still remember the statement from kak Zu that writing is a moral responsibility and writing part of medicine for wound disease, soreness, and other diseases. I honestly agree with that statement.
Sejujurnya dan sebenarnya lahirnya kegiatan ini karena menindaklanjuti dari kegiatan Creative Workshop kemarin. Bisa dibilang ini kegiatan lanjutannya lah. Jika kegiatan Craetive Workshop yang diadakan pada Februari lalu mendiskusikan tentang keadaan pasca konflik. Maka dalam acara CMWW kemarin berbicara tentang bagaimana pentingnya sebuah kisah dan sejarah itu diabadikan dalam bentuk tulisan. Saya masih ingat benar pernyataan dari kak Zu bahwa menulis itu tanggungjawab moral dan menulis bagian dari obat untuk penyakit luka, perih dan penyakit lainnya. Jujur saya sepakat dengan pernyataan demikian.
We are no longer talking the pronounced statement of Pramoedya Ananta Toer which states that by writing we will be remembered by the world and other statements. But actually writing is important. I think everything can be written according to our desires and likes on something that we want to write. Like me for example who likes to write all things or Gulee Rampoe (mixed). When it makes me happy, then I will not be to continue. I hope all readers' friends too. Let's keep on writing everything we like because writing the likes makes it easy to produce writing.
Kita tidak lagi bicara pernyataan yang sudah mendarah danging dari Pramoedya Ananta Toer yang menyatakan bahwa dengan menulis kita akan di kenang oleh dunia serta pernyataan lainnya. Tapi sesungguhnya benar-benar menulis itu penting. Saya rasa segala hal bisa ditulis sesuai dengan keinginan dan kesukaan kita pada suatu hal yang ingin di tulis tersebut. Seperti saya misalnya yang suka menulis segala hal atau gulee rampoe (campuran). Ketika hal itu membuat saya bahagia, maka saya tidak akan sengan untuk melanjutkannya. Saya harap sahabat pembaca sekalian juga demikian. Mari kita terus menulis segala sesuatu yang kita sukai, karena menulis hal yang disukai membuat kita mudah menghasilkan tulisan.
At the end of the post, thank you for stopping again in my post. Please provide feedback and suggestions. Because it really helps me to write better. Thank you!
Di akhir postingan, terima kasih sudah mampir lagi di postingan saya ini. Mohon kesediaannya memberikan saran dan masukan. Karena ini sangat membantu saya agar bisa menulis lebih baik lagi. Terima kasih!
Kampus Bukit Indah, 30 Maret 2018.
@nurhayati
Nice article
Thank you very much @munna123
Informasi tentang kegiatan kreatif kampus yang menarik. Apalagi literasi. Tentu banyak hal yang dapat dipetik di dalamnya.
Salam kreatif.
Irman Syah || @mpugondrong
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. Senang sekali @mpugondrong mau mampir di postingan sederhana saya. Terima kasih ya.😊
Ya. Sama-sama @nurhayati.
Saya baru memulai dalam postingan dan ikutan @steemit, saling berbagi dan belajar dengan sesama stemian.
Salam
Wah selamat datang ya @mpugondrong..
Salam kembali
Terimakasih.
Salam kenal dan salam jumpa di steemit ini. Semoga saling support dan berbagi kebaikan.
Artikel kak hayati, fokusnya biarkan elu nulis. I right now yeah. Yang penting nulis walau cuma sebatas cuitan status di @zappl atau upload foto dengan caption puluhan kilomter dan sedikit kata di instagram. Wkwkw
Alahai babang jell @jelocy😂. Yang penting nulis sesuatu yang menyenangkan pasti tulisan itu bakal cepat siap. Terlepas mau upload di mana yang elu sukaa ya bang @jelocy. Btw makasih ya sudah mampir😊
Tergantung mod nya juga sih kak. Kalau emng aku lagi mood nya pengen nulis yg ber Faedah. Enaknya yg di blog busy. Kalau mau curhat hati. Iya di zapp kaya last post kemarin. Yg penting nulis kan
Kwkwkw
Yupss.. untuk kita sebagai penulis abal-abalan "yang penting nulis" hahah