Parang, Polisi dan UAS

in #religion8 years ago



Parang, Polisi dan UAS

@nurhayati

Hai sahabat steemian semuanya! Selamat menjalani aktifitas dihari Selasa.

Hari ini saya ingin berbagi cerita kemarin yang sempat tertunda. Sebuah cerita yang terjadi ketika UAS alias Ustaz Abdul Somat datang ke pulau Sumatera. Tepatnya di kampus Buket Indah, Unimal Kota Lhokseumawe Kabupaten Aceh Utara.

Kata seorang teman saya, (kalau ingin melihat wajahnya boleh cus ke istagram @aisyiahyhafa) “beginilah lautan manusia ketika UAS datang”, (dengan ketawa bangga kami bersama, karena lagi-lagi ustaz begitu dimuliakan).

Kunjungan UAS ke kampus Unimal untuk pertama kalinya ini terjadi karena adanya kerja keras pihak Fakultas Ekonomi serta dukungan dari seluruh pihak yang terkait (saya tidak bisa menyebutkan satu persatu).




Tidak hanya mahasiswa unimal (mahasiswa pribumi maksudnya, hahaha) akan tetapi mahasiswa dari kampus tetangga juga ikut hadir seperti IAN Malikussaleh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, juga masyarakat setempat yang tak mau ketinggalan untuk menyaksikan UAS secara langsung di lapangan bola kaki kampus.

Berdasarkan info yang saya dengar, usai memberi tausiah di kampus, usataz dengan khas intonasi berbicara ini akan melanjutkan ceramahnya ke Masjid Istiqamah Arun, Bireuen dan Meureudu. Sepertinya keberadaan UAS beberapa hari di Serambi Mekkah sangatlah padat. Semoga kesehatan selalu menyertai beliau.

Udara yang panas tidak menyurutkan semangat UAS dalam memberi tausiahnya. Para fans alias penggangum juga rela panas-panasan untuk melihat lebih dekat sang ustaz dengan pakaian putih dan peci hitam itu. Berbeda dengan saya yang memilih berdiri di bawah pohon rindang. Agar terhindar dari sengatan panasnya matahari. Sehingga saya tidak bisa melihat UAS secara dekat.

Merasakan udara semakin panas sepertinya susah untuk dikontrol. Badan semakin gerah. Saya dan teman sayapun memutuskan untuk kembali saja. Mendengarkan tausiah UAS yang keberadaan saya jauh darinya juga tidak nyaman, karena suara bising lainnya juga ikut bersama. Sehingga tetap saja tidak bisa fokus pada suara beliau saja.




Ohya, hampir lupa. Selain ada UAS, ada kejadian lucu kemarin. Pertama kalinya selama hampir empat tahun saya kuliah di sini, baru kali ini menghadap secara khusus pos satpam kampus yang di dalamnya juga ada polisi (ini membuat saya ingat kembali saat di tilang dulu, deg-degannya minta ampun). Kenapa saya harus menemui polisi dan satpam, dikarenakan parang yang ada di sepeda motor saya.

Itsss, tunggu dulu. Bukan saya segaja membawa parang ke kampus di hari kedatangan UAS ini ya. Bukan juga saya mempunyai jaringan ‘orang gila bunuh ustaz’. Tapi itu parang saya ambil di sekret karena baru siap digunakan sama teman-teman UKM. Awalnya sayapun tidak ingat kalau hari ini UAS bakal datang ke kampus. Jadi pagi-pagi usai saya menyelasaikan beberapa tugas di kampus kemudian ke sekret ambil parang dan berencana pulang. Melihat sepertinya sebentar lagi UAS bakal tausiah, ya sudah berhenti sebentar dan meninggalkan parang di sepeda motor.

Singkatnya, saya kemudian ke pos satpam. Lalu usai menjawab pertanyaan dari polisi itu kenapa saya membawa parang ke kampus di hari UAS datang dan ramainya kayak begini. Akhirnya parang itu dikembalikan. Saya masih ingat pernyataan terakhir dari pak polisi yang tidak terbaca siapa namanya itu. “Untung kamu perempuan, kalau kamu laki-laki bakal saya bawa ke kantor” (dalam hati saya berkata alhamdulillah. Lega rasanya). “Saya bukan orang gila pak, dan juga bukan intel dari orang gila itu (di sangka saya orang gila yang hobi bunuh-bunuh ulama). Maaf pak, saya masih sadar. Saya masih mencintai ulama. Saya masih mencintai syariat saya. Jadi bapak jangan khawatir. Saya bukanlah orang gila yang seperti bapak pikirkan”.




Terima kasih ustaz Abdul Somad telah mengunjungi kami dan membuat cerita baru dalam hidup saya tentang parang, polisi dan kedatangan ustaz pastinya. Ini pengalaman saya kemarin. Bagaimana dengan pengalamanmu? Mari abadikan dalam tulisan agar menjadi bukti untuk dikenang.

Sudah dipenghujung cerita. Terima kasih sahabat semua masih menghampiri saya lewat tulisan sederhana. Mari tinggalkan komentar dan masukannya.. Terima kasih!

Kampus Buket Indah, 13 Maret 2018.

Sort:  

Ternyata bukan lidah saja yang menakutkan tapi parang juga ya kak😂

Begitulah dekk.. hahaha. Makasih ya sudah berkunjung😙

Cerita parangnya lebih seru Dari UAS kayaknya 😊

Hahahhaaa.. cerita parang menjadi pelengkap cerita UAS 😊

bereh bereh

Makasih yundriikuu😙

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.093
BTC 62724.02
ETH 1779.38
USDT 1.00
SBD 0.39