Apa Pendidikan Karakter? #01

in #steemiteducation8 years ago (edited)

Akhir-akhir ini, pendidikan karakter tengah menjadi topik perbincangan yang menarik. Entah di sekolah-sekolah, forum seminar. Istilah karakter berasal dari bahasa Yunani “charassein” yang berarti mengukir. Membentuk karakter diibaratkan seperti mengukir batu permata atau permukaan besi yang keras. Maka selanjutnya berkembang pengertian karakter yang diartikan sebagai tanda khusus atau pola perilaku (Bohlin, Farmer, & Ryan, 2001). Dalam Kamus Bahasa Indone sia (2008) karakter didefinisikan sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari orang lain.

Sedangkan menurut Philips (2008) karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu system, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan. Elkind (2004), pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: “character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values. When we think about the kind of character we want for our children, it is clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right, even in the face of pressure from without and temptation from within”.
Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter.
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponenkomponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter.
Pendidikan karakter hadir sebagi solusi problem moralitas dan karakter itu. Meski bukan sebagai sesuatu yang baru, pendidikan karakter cukup menjadi semacam “greget” bagi dunia pendidikan pada khususnya untuk membenahi moralitas generasi muda. Berbagai alternatif guna mengatasi krisis karakter, memang sudah dilakukan dan penerapan hukum yang lebih kuat. Atas dasar pemikiran itu, pendidikan berfungsi mewariskan nilai-nilai dan prestasi masa lalu ke generasi mendatang. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain.. Selain mewariskan, pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Oleh karena itu, pendidikan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan.
reference;
[Sumber] (http://eprints.uny.ac.id/8026/3/bab%202%20-%2007404244050.pdf),
(https://pndkarakter.wordpress.com/category/tujuan-dan-fungsi-pendidikan-karakter)
(A, Doni Koesoema. Pendidikan Karakter; Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta:PT. Grasindo. 2007)

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.081
BTC 60930.75
ETH 1577.59
USDT 1.00
SBD 0.47