Kamu tak Terlupakan
Dulu, suatu bangku di sebuah caffe, espresso adalah kopi ternikmat yang pernah aku nikmati, kau duduk di depanku, melihatku, kau tersenyum saat memandangku, sama sama tak menyangka bahwa kita menikmati senja dengan ngopi bersama.
Aku sangat rindu tentang ceritamu "bahwa arabica sengaja tak kau pesan saat itu"
Tapi sekarang seakan akan aku bermimpi bahwa pernah minum kopi bersamamu, tapi aku tak pernah melupakan mimpi indah yang pernah kau janjikan dulu.
Sekarang kamu sudah berubah total, tak seperti dulu lagi, mungkin saja kamu sudah melupakan semua mimpi dan kenangan yang dulu pernah tercipta. Walaupun dulu kau pernah berkata "kalau kamu yang tuhan pilih untuk aku, aku tak punya alasan untuk tidak jungkir balik, lompat indah sambil nyanyi-nyanyi" mungkin ceritamu dulu hanya sebuah ungkapan di saat-saat kamu bosan atau dengan alasan lainnya yang aku tidak tau.
Aku yang mengagumimu dengan sepenuh hati, memperhatikanmu dengan tak pernah berhenti. Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika aku mendoakanmu dalam diam, kau sekarang malah terang-terangan dalam mencintainya...sayang!!!
Walaupun begitu, akulah yang menang, dan kamulah yang kalah, karena aku hanya kehilangan seseorang yang mencintaiku, sedangkan kamu kehilangan orang yang sangat mencintaimu.
Congratulations @naja! You have completed some achievement on Steemit and have been rewarded with new badge(s) :
Click on any badge to view your own Board of Honor on SteemitBoard.
For more information about SteemitBoard, click here
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word
STOP