Derita Seorang Kurcaci
Selama ini aku selalu menulis semua tentangmu, aku selalu mengambar dirimu di batang-batang pohon, di helai-helai daun, dan pada awan yang berarak di angkasa, aku selalu melukis kisahmu di sana.
Banyak orang yang bilang kita bagaikan putri salju dan pangeran tampan. Sehingga aku percaya bahwa kebersamaan ini akan abadi selamanya.
Namun, tidak pernah aku sangka. Tidak pernah terfikir olehku.
Selama ini aku percaya bahwa hubungan kita takkan pernah berakhir.
Memang aku begitu bodoh dan lugu, mempercayaimu begitu saja. Seharusnya aku mengerti dari tanda-tanda yang kau beri. Seharusnya aku bisa melihat dari syair-syair yang kau buat.
Mungkin di matamu aku ini tak lain hanyalah seorang kurcaci dan bukan seorang pangeran tampan yang selama ini kamu harapkan.

Bereh... lnjutkan
Siap👍
Meuen2 bk kamoe cit
Oke
Pat jinoe?
Dilua kawasan siat tgk... paken..