MIE INSTAN!

in #writing8 years ago

Jam kerja yang berlebih membuatku merasa letih sekali. Hampir larut malam, aku melangkah perlahan sambil memesan Taksi Online untuk membawaku pulang. Tiba-tiba saja seorang lelaki mengagetkanku dengan berdiri tepat di depanku. Wajahnya tak nampak jelas karena mengenakan penutup berwarna hitam, tatapan matanya begitu menusuk ke arahku. Tapi sosoknya seperti yang aku kenal.
“Surprise!” Lelaki itu berteriak sambil membuka kain yang menutupi wajahnya.
Sudah kuduga. Aku memang mengenalnya. Tapi aku tak mengira dia akan datang untuk menjemputku setelah seharian bekerja.
“Ah, sekarang kau sudah mulai menyukai kejutan-kejutan kecil rupanya”
celotehku sambil menyikut tubuhnya.
“Ayo kita pulang!”
Dia tersenyum lebar. Tangan yang hampir membeku itu menggenggam jemariku.
Kami pun menaiki sepeda motor yang menjadi saksi bisu kisah kasih antara kami berdua. Sepanjang jalan aku menggigil kedinginan. Cuaca yang cukup ekstrim belakangan ini. Kekebalan jaketku berkurang, sehingga angin kencang terasa begitu merasuk ke dalam kulit tipisku.
Tak lama, kami berhenti di sebuah Minimarket 24 jam.
“Bukannya kita mau pulang aja? Ini sudah larut.”
“Bersantai sejenak, menghilangkan penat. Yuk, masuk dulu.”
Ah, sebenarnya mata ini sudah teramat perih. Tubuh ini pun ingin segera menghenyakkan diri.
“Di rumah masih ada gula?”
“Masih ada kalau untuk beberapa hari ke depan.”
Dia melihat tempat buah-buahan yang nampak kosong sembari berkata, “Ah, padahal buah kita udah habis ya? Di sini juga habis.”
Aku tak terlalu memperhatikannya karena mataku sudah tak sanggup mendelik lagi. Hanya berjalan-jalan saja mengikuti langkahnya.
“Belum minum ya?” Tanya pria kaku itu.
“Iya belum.” Jawabku pelan.
Aku mencoba meraih lemari es untuk kubuka, namun tangannya menahanku.
“No, no, no!” Ucapan menggelikan itu keluar dari mulutnya. “Di luar dingin sekali, masak iya minumnya dingin juga?” lanjutnya menerka.
“Oh gak boleh ya? Kalau kopi, baru oke?
Dia menyeringai. Tanganku ditarik olehnya untuk mencari minuman lain.
“Susu?”
“Nggak!”
“Rasa kacang hijau?”
“Nggak! Udah mulai bosan”
“Maunya apa dong?”
“Kamu”
Seketika wajahnya memerah menjadi salah tingkah dan berlaga seperti pria paling tampan di dunia. Aku menahan tawa, menutup bibirku agar ia tak tersinggung.
“Itu outmeal favoritmu kan?” Dia mengalihkan pembicaraan.
“Iya, tapi…”
“Kenapa?”
“Ingin itu,” tanganku menunjuk deretan mie instan.
Dia bergidik. Menyanggah untuk tidak mengonsumsi makanan cepat saji itu.
“Kali ini saja, please!” Pintaku dengan manja dan mata berkedap-kedip.
Hormone endorphin-ku mendadak naik ketika melihat anggukan disertai senyum pasrahnya. Tanganku mengerjap kuat, rasanya seperti tak makan mie bertahun-tahun.


Sort:  

Congratulations @nads2019! You received a personal award!

Happy Birthday! - You are on the Steem blockchain for 1 year!

You can view your badges on your Steem Board and compare to others on the Steem Ranking

Vote for @Steemitboard as a witness to get one more award and increased upvotes!

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.083
BTC 64378.05
ETH 1741.49
USDT 1.00
SBD 0.44