Setengah
Assalamu'alaikum, steemian..
Selamat sore sahabat..
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman hidup.
Pernahkah sahabat merasakan hal seperti yang saya rasakan, seolah kita banyak memasuki dunia baru, mempelajari berbagai hal, dan mencoba menyelaminya. Akan tetapi saya terkadang sadar tidak ada satu pun bidang yang 100% saya kuasai seutuhnya.
Hal ini menimbulkan pergulatan batin dalam diri saya, karena ada dampak positif dan negatif pula yang saya dapat.
Masa kecil saya dipenuhi dengan bermacam aktivitas positif dari berbagai bidang. Di bangku Sekolah Dasar, saya pernah mengikuti bimbingan tilawatil Alquran di BP7 karena di tempat pengajian, saya diminta oleh tengku, sebutan saya untuk guru pengajian kami, untuk mewakili desa dalam lomba tilawatil Alquran. Akan tetapi entah mengapa pada akhirnya saya tidak terus mendalami hal itu padahal ibu saya, yang memang pernah menjuarai lomba tilawatil quran di masanya, selalu mendukung saya dalam hal ini.
Dalam hal lain, saya pernah bergabung dalam tim marching band dan bertugas sebagai colour guard. Latihan demi latihan saya ikuti setiap minggu. Tapi saat akan mewakili daerah dan grup kami diharuskan berangkat untuk tampil keluar daerah, saya justru mengundurkan diri karena tidak mendapat izin orangtua untuk berangkat keluar daerah.
Pada kesempatan lain, saya juga pernah mengikuti latihan beladiri seperti karate pada masa SMP dan anggar di masa SMA, namun keduanya kandas di tengah jalan karena saya sendiri tidak sanggup mengikutinya, belum genap sebulan saya sudah mengangkat bendera putih. Alhasil saya hanya melihat dari jauh, teman-teman saya berhasil memperoleh berbagai medali tingkat kecamatan hingga tingkat provinsi dalam kejuaraan karate dan anggar.
Dalam bidang lain, saya sendiri sangat mencintai dunia matematika sekaligus mencintai dunia bahasa. Saya senang bermain dengan rumus, dan dulu juga sering menciptakan bait-bait puisi syahdu. Akan tetapi, lama tidak diasah, ibarat mati suri, kemampuan menulis dan mengolah kata itu semakin meredup dalam diri. Padahal saat duduk di bangku SMP saya beberapa kali mengikuti lomba penulisan cerpen dan puisi.
Sedangkan di bidang matematika, saya justru tidak masuk ke jurusan FKIP Matematika yang menjadi target utama, dikarenakan kesalahan saya mengurutkan pilihan jurusan di SPMB. Saya "kelewatan" masuk ke jurusan Keperawatan yang nyaris tidak bersentuhan dengan angka.
Walaupun nyaris beberapa bidang itu terkesan setengah hati saya ikuti, setidaknya itulah pengalaman hidup saya yang lebih kurang memberi dampak untuk kehidupan saya sekarang. Dan semoga bisa menjadi pelajaran bagi diri saya dan teman-teman sekalian karena menjalani sesuatu setengah-setengah efeknya kita hanya menguasai setengah-setengah pula bidang tersebut sekaligus banyak hal baru pula kita ketahui sepintas. Dan bukan berarti saya tidak ingin menjalani semuanya dengan serius, tetapi berbagai faktor internal dan eksternal yang menjadikannya setengah-setengah.
😀


Menarik pengalaman hidupnya. Utk menjadi penulis dan mencipta puisi masih bisa diulang dan masih banyak kesempatan. Teruslah berkarya
Smoga ga jd prwat stgh2 ya kk nz nya 😁
Oh kalau sebagai perawat naza jelas totalitasnya dalam merawat pasien dan tugas2 lainnya. Ditunggu karya2 selanjutnya ya...
Hhe kk siti bisa aja.. 😊
InsyaAllah kk...
Semoga Naza bisa menemukan passion-nya dan totalitas di sana ya :-)
Aamiinn makasi @ihansunrise