Asam Basa Hidup
Selama ini, kita adalah batu. Yang tidak bergerak sekalipun diinjak. Berusaha tegar meski sebenarnya nanar. Apa daya, kita bukan berlian dalam etalase toko di sudut sana.
Tiap bait puisi yang kita cipta, adalah refleksi hati yang lama tak terobati. Kita bisa apa, hanya sekumpulan debu yang menutupi sebuah kristal kaca retak.
Tiap tanya kita, beberapa di antaranya tidak memiliki jawaban. Retoris katamu. Miris kataku.
Kita lukiskan lagi dunia dalam sajak-sajak. Seolah menikmati kepahitan demi kepahitan seperti saat kita menyeruput kopi pagi. Syahdu.
Kau dan aku jelas tahu. Hidup kita adalah kumpulan pertemuan asam dan basa. Yang menghasilkan garam dan air. Teori kimia klasik. Garam itu pengalaman terbaik yang kita punya. Dan air, apalagi kalau bukan segala hikmah yang kita saring.
Jadi, harus berapa lama kita membatu ?
Jangan pernah membatu tapi bergeraklah sesuai aliran air yang mengalir hehe
Hehe.. Makasi msukannya @rahmayn.. 😉
Biarlah membatu, karena batu bisa saja dilempar dan menyakiti bila saatnya tiba. Hehe
Bahaya x kak qt maen lempar2an.. 😂😂
Hahaha
Naza puisinya dalem banget... Yok naza n sitti kita lempar aja batu nya