Penyebab Kegilaan
- Faktor Genetik
Gangguan jiwa tidak hanya disebabkan oleh faktor dari luar atau lingkungan sekitar, faktor genetik pun rupanya turut berperan. Tentu saja dengan kata lain, hal ini akan cenderung dapat terjadi pada anak yang orang tuanya dulu pernah mengalami gangguan jiwa. Sebuah penelitian pernah menunjukkan bahwa janin ketika masih berada dalam kandungan berkemungkinan mengalami perkembangan otak yang terganggu sehingga saat lahir dan tumbuh besar nanti, anak tersebut akan menderita gangguan jiwa.
Timbulnya gangguan tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti misalnya sang ibu yang terkena virus selama masa kehamilan. Virus tertentu bila menyerang ibu hamil dapat berkemungkinan juga memberikan efek buruk bagi perkembangan organ otak pada sang janin. Oleh karena itulah memeriksakan kehamilan secara rutin demi mengetahui kondisi janin sangat penting untuk dilakukan oleh setiap ibu hamil.
Seorang ibu yang pada masa kehamilan tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup, ibu hamil yang memiliki kelainan hormonal, ibu hamil yang terkena racun atau toksin, serta ibu hamil yang pernah atau sering mengalami trauma dapat menjadi faktor pemicu anaknya nanti menderita gangguan jiwa. Gangguan jiwa tidak akan menjangkit janin yang diketahui atau terdeteksi mempunyai gen abnormal. Hanya saja, gangguan jiwa dapat terjadi jika ada faktor-faktor pendukung lainnya dan ini bisa terjadi di kemudian hari.
Pada dasarnya, risiko gangguan jiwa dinyatakan lebih besar diderita oleh mereka yang mengalami stres atau depresi dikarenakan adanya masalah kehidupan sehari-hari daripada mereka yang kesehatan jiwanya terganggu karena faktor genetik.
Dan Beberapa Faktor lainnya seperti :
- Gangguan Otak
- Obat-Obatan Terlarang
- Depresi
- Pembulian
- Cinta
oooh