Manusia Android
Objek Foto : @indraperdanaok
Steemian Sejati!!!
Di balik layar segi empat, ada dunia yang menjerat. Apakah di dalamnya dunia hitam? Tempat segala perbuatan kelam menerkam?
Bukan, semua tergantung pada jari-jemari si tuan. Saat ia menyentuhnya ke jalan kiri atau kanan. Lalu kenapa dunia segi empat itu mengikat para penggunannya?
Semua itu dikarenakan ketergantungan pada si pemakainnya.
Android merupakan alat komunikasi paling canggih, bisa mendekatkan yang jauh tapi juga bisa membuat yang dekat serasa jauh. Alat satu ini bisa menjelma menjadi TV, Game, Buku, bahkan peta dunia pun ada di dalamnya. Masih banyak multifungsi dari alat satu ini. Stoop informasinya di sini dulu!
Selanjutnya akan saya ceritakan tentang manusia android.
Suatu hari, saat saya melamar kerja di sebuah perusahaan lokal, kiranya saya akan diwawancari tentang keahlian dan keseriusan. Eh, rupa-rupanya yang ditanyakan apakah saudara punya android?
Singkat cerita, berhubung saya punya android akhirnya saya diterima menjadi MD di perusahaan tersebut. Berlanjut dari itu saat istirahat siang, saya punya partner kerja. Setiap duduk dengannya, dia lebih mengutamakan pesan masuk di androidnya ketimbang ajakan saya berbicara.
Dikisah lainnya, saat android itu belum ada. Kami para penikmat kopi selalu dilarutkan dalam wadah diskusi, nah sedangkan sekarang ini kami lebih nafsi-nafsi. Duduk ngumpul bersama tetap jadi, tapi android tak pernah lepas dari jari-jemari. Ada apa dengan semua ini, apakah androidnya pembawa masalah atau penggunanya yang salah kaprah?
Aaach, itu biarkan dijawab oleh pribadi masing-masing. Kalau kami setiap duduk diskusi, android kami tinggalkan karena yang utama adalah mengutamakan kebersamaan. Bukan bersama namun jauh dari aktivitas bercengkrama...
Kerasssss...😁😁
He he he
Sedikit curhat bg...
Mantaap, jatah model bek tuwoe ,hehehe
Ha ha ha
Ka bereh nyan...
Benar kiranya yang di sampaikan di atas..
Manusia yang sudah candu dengan dunia segi empat, ini merupakan suatu penyakit sosial yang sangat buruk sekali, saya juga mengalami itu.
tapi saya punya pandangan beda dengan hal itu, sekarang apa pun dan bagaimana pun seseorang tetap menggunakan smart phone, tapi itu juga bisa membuat orang stupid phone, hehe
Benar sekali Pak, stupid phone sebuah istilah yang cukup menawan...
Kita telah dikalahkan oleh mesin. Sungguh indah masa-masa duduk ngopi, diskusi, beda persepsi tapi tetap saling berbagi. Bukannya nafsi-nafsi, lalai sendiri, gak saling memperhati, jauh dari kata peduli, asyik ketawa sendiri hingga jadinya semacam hobi...
Waww,, kenak kali itu bang..
jika menghadapi permasalahan ini saya punya saran simple,
Jika kita fokus ke dua pendengaran maka itu bisa bisa aja, artinya apabila mendengar sambil membalas chatingan di group atau personal maka boleh boleh saja, tapi jarang bisa dilakukan, dan apabila kita gubakan itu akan muncul sangsi sosial ke kita, kira kira ucapannya seperti ini.
Dia selalu sibuk dengan hpnya, hehe
Hadeuuh, sedap kata-kata terakhirnya bg...bukan main bg kata2nya