Cerpen Kembalikan Penaku

in #writing8 years ago (edited)

IMG20180423121226.jpg

Malam ini, setelah sekian lama tinta pena mengering. Tanpa sebab yang pasti ku pilih kata berhenti. Mungkin aku pernah menatap senja, paras wajahnya terpancar dalam aura jingga. Adakah saat-saat yang lebih indah untuk dihabiskan bersama?
Kurasa belum ada...

Malam ini, dalam kesepian ku kembalikan sajak-sajak yang pernah hilang. Meski aku masih menabungnya dalam ingatan. Lembaran yang selama ini ku tumpah ruahkan kesedihan, kebahagian dan juga rasa rindu.

Di atas kursi sofa, aku menunggu pagi bangun dari tidurnya. Membuka mata dan mengajakku bercanda. Sedikit saja, ia mengajakku bernostalgia. Memikirkan mimpi yang pernah dituliskan bersama atau melupakan sakit yang pernah ada.

Ku tepis perasaan luka, ku pinta pada hati "Kembalikan Penaku". Dia yang pernah bermain dalam hayalku. Dia yang pernah merayu dalam kesendirianku dan kini aku masih menunggu. Pilu, iya memang pilu. Namun disaat-saat datangnya rindu aku mengerti bahwa melepaskan genggaman tangan adalah kebodohan. Biarkan sajalah, setidaknya aku masih menunggu dan harapan itu belum layu. Seperti namamu yang masih ku semat dalam tinta penaku...

Muraz Riksi
Gudang Batu, 29 April 2018
Blog : https://murazriksi.blogspot.co.id

Sort:  

Puisi (Apa Isi), Apa isi pena itu?
Katakan padaku, agar aku mampu mengembalikan berjuta kenangan yang telah engkau habiskan dalam sepimu.
Selamat kembali dari tidur panjang sang penyair bisu.
Apa kau kenal wajah berbalut kain hitam ini, jika iya, jangan katakan pada mereka.
Karena aku di sini ingin sepi & tidak ingin siapapun menyapa aku.

Telah lama aku menunggu kau kembali, mari bersama kita goreskan pena di sini. Hingga ajal mencatat bahwa kita pernah di sini.

Steem on penyair on.

Kau bertanya apa isi pena itu?
Kau benar-benar ingin tahu?

Dengarkan!
Ia hanya sesendok harapan yang pernah ku larutkan pada cangkir kopi. Pernah ku menatap wajahnya, memang iya tidak seanggun aura senja. Hanya saja, di sudut bola matanya ada lautan cinta yang mengajakku berlabuh mengaruhi hidup. Kini barulah ku sadari, lautan itu telah kering, tanpa henti ia menetes membasahi lesung pipi, yang jatuhnya membasahi bibir lembut. Bibir yang dulunya begitu tulus mengatakan cinta, tanpa apapun ia terus mencinta.

Ah, sudahlah. Aku kembali bernostalgia. Ku harap kau yang akan menjadi lentera disaat aku lupa...

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.083
BTC 60742.03
ETH 1557.33
USDT 1.00
SBD 0.47