Poetry
Mencintaimu tanpa bising.
Diam-diam,,,
Sampai airmataku kering.
Picik waktu, sembunyi kamu.
Dalam drama yang berlalu,,,
Aku tertinggal, kaku.
Sendirian,,,
Lalu airmata yang mengering, ku jadikan lagu.
Bernyanyi tidak untuk siapa-siapa itu,,,
Rasanya menyedihkan.
Aku seperti dipecundangi lirik.
Syair bahagia, harus ku nada-i dengan sesuatu yang patah.
Atau nada yang lelah,
Harus ku nyanyikan dengan senyum merekah.
Se-lucu itu aku berkelahi dengan laguku.
Pada waktu yang tidak setia,,,
Aku masih duduk manis disitu.
Menunggu entah.
Sampai payah, suaraku kalah.
