TAKDIRMU
Kita pernah bersama
Berbagi suka dalam tawa
Kita pernah menangis bersama
Bercanda seakan tiada duka
Kini engkau terkapar pasrah
Hanya jarum infus teman setia
Sahabat yang dulu bersama
Hilang entah kemana
Engkau menjerit
Engkau meraungpun sudah tak berarti apa-apa
Karena persahabatan hanya sandiwara
Ini suratanmu
Itu adalah takdirmu
Engkau adalah korban dari perjalanan hidupmu
Sakit
Pedih hatimu menular kealiran darah dan jantungku
Engkau di campakkan bagai sampah
Terlempar
Meregang nyawapun engkau adalah tetap sahabat
Meski kini engkau terbaring lemah...