INTEREST READ MY COUNTRY
MINAT BACA BANGSAKU
Assalamualaikaum Warahmatullahi Wabarakatuh, Hai sahabat steemien apakabar anda hari ini semoga lebih bersemangat dan tetap terus berkarya.
Studi dari United Nations Educational pada tahun 2018, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen atau 1 berbanding 10.000. Salah satu penyebab dari rendahnya minat baca di Indonesia adalah sulitnya akses terhadap buku.sumber

sumber gambar
Fakta di atas menunjukkan bahwa betapa memprihatinkan kondisi masyarakat Indonesia di bidang membaca, Padahal membaca adalah sumber ilmu yang bisa diperoleh dengan mudah dan membaca dapat dilakukan kapan saja, ibaratnya Buku adalah guru yang tak pernah marah. Membaca adalah jendela ilmu, tidak mungkin ilmu itu lebih sempurna jika mendengar saja tanpa membaca. Jadi membaca, menulis, mendengar dan meyimak itu satu paket dalam proses belajar mengajar. Membaca adalah mengerti dan menulis adalah mengerti. Seorang penulis buku tidak memulai dari awal suatu teori tetapi membaca, mengkaji teori yang sudah dikemukakan pendahulu, kemudian dianalisa dan di uji coba kesesuaiannya sehingga menemukan teori yang baru.
Jika setiap 10.000 orang indonesia hanya ada satu yang membaca, bagaimana Indonesia ke depan bisa menjawab tantangan global yang sarat dengan teknologi super canggih dan penuh dengan sandi - sandi. Untuk itu perlu langkah-langkah kongkrit untuk menggerakkan budaya membaca. Sebenarnya pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Permendikbud No 21 Tahun 2015 Tentang Gerakan Literasi Sekolah melalui Penumbuhan Budi Pekerti.
Data yang ditunjukkan oleh statistika.com bahwa 44 % populasi masyarakat Dewasa Indonseia menngunakan Smartphon untuk mengambil foto dan video di mana hanya 3 % yang menggunakan untuk membaca buku maupun majalah digital.sumber
Data yang dilansir di atas menunjukkan bahwa Smartphon Android tidak berfungsi sebagai sarana baca yang baik, buktinya hanya 3 % saja yang digunakan untuk membaca. Yang lebih banyak digunakan untuk update status, profil di Media sosial, sungguh rugi jika kita punya smartphon yang canggih sebatas untuk update profil. Padahal melalui media sosial lebih bisa meningkatkan kecerdasan dengan mengakses blog atau web yang bermanfaat untuk bahan literasi.
Kondisi minat baca yang demikian memprihatinkan bagi bangsaku mengantarkan Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara soal minat baca. [sumber]
(https://edukasi.kompas.com/read/2016/08/29/07175131/minat.baca.indonesia.ada.di.urutan.ke-60.dunia)
sumber gambar
Saya menyarankan kepada kita semua marilah kita galakkan membaca di dalam keluarga, dalam masyarakat dan di mana lingkungan kita berada. Kemudian Pemerintah dapat meningkatkan fasilitas membaca apakah melalui perpustakaan gampong dan Perpustakaan Keliling, dan Saran saya agar dapat diperbanyak lomba tentang membaca untuk merangsang dan menumbuhkan minat baca dari tahap kebiasaan menjadi kebutuhan. Tiada Hari Tanpa Membaca.
Demikian semoga tulisan ini berfanfaat, masukan dan komentar anda tentang data di atas sangat diharapkan.
Lhokseumawe, 22 April 2018
Salam Steemit, Maju Bersama, Hebat Bersama dan Sejahtera Semua

Great teacher always have great thoughts.
Penulisan yang luar biasa