Poetry
CELOTEH PARA JELAGA
Muklis Puna
Negeriku
Meracau balau dalam gemilau
Hukum digusur ke gunung-gunung
Kota-kota telah diracuni bisingnya napas para korupsi
Borok menganga dikeribungi lalat

Negeriku betapa ngeri dirimu
Merkury menerangi pelacur jalanan
Maling mendengkur di dada persada
Lembaran sayap garuda diserak di jalan politik
Orang miskin antri puluhan kilometer
Mulutnya menganga menunggu tetesan beras lusuh dari karung merek luar
Negeriku
Dua ratus tiga puluh juta rakyat, duduk mengharap cita dalam kapal pesiarmu
Awak kapal mencongkel geladak menebar jaring kebangkrutan
Hutan hutan dibabat,
Sawah sawah kota ditanami gedung hiburan orang berduit
Di atas meja.kopi anak remaja buat kompetisi bola kaki

Negeriku apes benar nasibmu
Kemarin pagi kulihat ibu muda mengendap -ngendap dibalik tong sampah
Besi pengait di tangan tampak aus, digigit puntung rokok dan kaleng bekas
Sungai APBN begitu deras mengalir, tapi tangannya tak sampai mengapai percikannya
Napasku tersangkut di tenggorokan
Ludahku mengental dalam kerongkongan
Aku membatin
" beginikah nasib pemulung di negeri kaya'
Negeriku
Kemana lagi aku dan mereka mengadu?
Pada wakil digedung terhormat?
Mereka juga biang maling dalam perahumu
Bukankah kami telah mewakilkan semua pada mereka?
Kami ingin
Rumah mewah
Mobil bermerek
Jalan jalan keluar negeri
Makan di restoran
Atau...
Isteri cantik dan gundik berlimpah
Yah tenyata mereka sudah.menjalankan amanah kami
Lhokseumawe, 2018
sumber gamba nue cok nue pugoet, muehan Han jie brie vote kue droe nuh aduen
oh jet terimong heunaseh adun ...