Article
Restless in Work
By Muklis Puna
Almost 850 titles of poetry that the author produced in the past 4 years. Various genres and themes have been exposed in every body of writing with stylish nuances. Starting from the phenomenal social, political and cultural that exist in this country. The poet's attitudes toward the object depicted by the author vary, the militia from obscuring, criticizing, and appreciating a state of affairs in various themes and tone themes. Out of the number of poems generated by the number that reaches hundreds, the author has not found a perfect puisipun.dan character. Appreciation given by my friend poet.di.cybersastra extraordinary. Instinctively the author considers that the appreciation as a motivation in the work. Even the author is determined to write 1001 poems as anthology of poetry for life.

But the question that confronts the streets in the work is why poetry poems are produced..not a sale value in the life of Indonesian literature? Some friends in cybersasra state that the language the author uses is rather dark, so the reader is incapable of digesting the implicit meaning of the strands of poetry. Responding to that opinion. More writers.bersukap wise. Probably because. Just as a friend has not understood the type of language used in writing poetry. Similarly Muklis Puna

Resah dalam Karya
Oleh Muklis Puna
Hampir 850 judul puisi yang penulis hasilkan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini. Berbagaii genre dan tema telah dipaparkan dalam setiap badan tulisan yang bernuansa bahasa yang bergaya. Mulai dari fenomenal sosial, politik dan budaya yang.ada di negeri ini. Sikap penyair terhadap objek yang dilukiskan penulispun beragam, milisi dari.menggurui, mengkritik, dan mengapresiasikan srbuah kondisi negeri dalam berbagai balitan tema dan nada. Dari serangkaiaian puisi yang dihasilkan dengan.jumlah yang mencapai ratusan, penulis belum menemukan satu puisipun yang sempurna.dan berkarakter. Apresiasi yang diberikan teman teman penyair.di.cybersastra luar biasa. Secara naluri penulis menganggap bahwa apresiasi itu sebagai motivasi dalam berkarya. Bahkan penulis bertekad ingin menulis 1001 puisi sebagai antologi puisi selama hidup.
Akan tetapi pertanyaan yang menghadang jalanan dalam berkarya adalh mengapa puisi puisi yang dihasilkan.belum punya nilai jual dalam kehidupan sastra Indonesia? Sebagian teman- teman di cybersasra menyatakan bahwa bahasa yang penulis gunakan agak gelap, sehingga pembaca tidak mampu mencerna makna tersirat dari untaian puisi.yang begitu panjang. Menanggapi pendapat itu.penulis lebih.bersukap bijak. Mungkin.karena. Sebagaim teman belum.memahami jenis bahasa yang digunakan dalm penulisan puisi. Demikian Muklis puna
FOLLOW⇆BACK⇉@a-0-0
Man jadda wajjada.. 😊😊
Terima kasih bang arul