Manusia Sumber Misteri
Apa yang paling rumit dipahami di muka bumi ini? Ilmu fisika, kimia, biologi, pelajaran bahasa, atau apa?
Apa yang lebih mudah dilatih? Lembu, kera, kucing, anjing, harimau, gajah, atau apa?
Apa yang paling sulit ditebak? Api, angin, atau air?
Apa yang paling tidak bisa dipahami? Malaikat atau iblis?
Dari semua ciptaan Allah yang paling sulit ditebak adalah manusia, semua ilmu pengetahuan akan khatam kita pelajari tentang sesuatu, tapi tidak dengan ilmu yang mempelajarinya tentang manusia. Bila sekawanan harimau dilatih melompat, maka semuanya akan menjadi pelompat, tapi tidak dengan manusia.
Bila ada 10 manusia dilatih melompat, maka 10 mereka punya perbedaan yang mencolok dan akan menjadi apa saja sesuai keinginan hati mereka.
Kenapa? Karena manusia memiliki akal (pikiran) dan setiap manusia tidak akan sama. Untuk itu maka ada istilah dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa yang tahu.
Manusia bisa saja berpenampilan shaleh dan selalu terlihat taat, tapi di balik itu ternyata penjahat besar, demikian juga sebaliknya. Takkan ada samudera yang bisa mewakili betapa manusia adalah misteri itu sendiri.
Dikutip dari blog abdulaziz96.wordpress.com, Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany mengatakan:
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
Bila menelaah lebih lanjut definisi manusia menurut Al-Syaibany, maka kualitas seorang manusia sangat ditentukan oleh kualitas keturunan (keluarga) dan lingkungan (sosial).
Sebagai makhluk yang berpikir, manusia sangat ditentukan oleh nilai yang didapat (pendidikan) yang diperoleh selama pembentukan kualitas manusia itu sendiri. Pola pikir lulusan TK tentu akan sangat berbeda dengan yang sudah berhasil mendapatkan gelar Doktor. Walau sama-sama berusia sama serta makan makanan yang sama. Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk kualitas seorang manusia.
Pun demikian, bila berkumpul 10 orang Doktor, maka akan ada 10 sudut pandang yang satu sama lainnya saling menghegemoni dan saling berusaha menjadi yang paling mendominasi. Maka tidak heran, bila 10 orang Doktor tidak bisa membangun persepsi yang sama.
Bila tidak ada pilihan lain, dalam beberapa waktu mereka bisa bekerja sama. Tapi begitu ada peluang, maka masing-masing mereka akan membentuk entitas baru demi menyemai bibit pikiran masing-masing.
Manusia baru bisa bersatu bila adanya kesamaan kepentingan, itupun tidak akan berlangsung lama, karena persamaan Kepentingan akan menghadirkan gesekan ketika niat menghegemoni mulai tumbuh. Maka, 1 orang Doktor tetap untuk satu komunitas, sulit bagi 10 orang Doktor untuk bersatu dalam satu ikatan.
Sesungguh, sebagai homo Sapiens, manusia memiliki tingkat keliaran yang melebihi binatang liar. Dengan adanya akal, manusia memiliki daya buas melebihi singa di Padang Serengeti, Afrika Selatan. Semakin dominan seorang manusia atas manusia lainnya maka peluang untuk berbuat jahat Sakin terbuka lebar.
Makanya, hingga kiamat tugas iblis adalah menggoda manusia agar terjerumus dalam lembah dosa, demikian juga para nabi hanya diutus untuk manusia. Bahkan beribu-ribu nabi pernah bertugas di muka bumi untuk membeli petunjuk kepada manusia.
Maka, tidak ada kata tuntas untuk memahami manusia, karena manusia adalah lembah misterius yang tidak bisa diukur.
Yess, kimia disebut...
Ahaha...
Yg jd misteri jg, ada apa dibalik perut menonjol itu bg?
Salam dr guru kimia :)
Homo Sapiens yang tidak konsisten dengan pola hidup tentu akan meninggalkan jejak di sekujur badan.
Ahaha...
Tanpa harus berspekulasi demi memecah misteri, makanan apa yg g abg suka?
Kepiting, udang besar, daging serta segala sesuatu yang tentunya mengandung banyak lemak (kolesterol) serta kacang-kacangan. Akhir-akhir ini saya pun telah banyak "bersabar" atas semua itu.
Y Allah, aq ngerti x itu berat buat abg...
Aq ja g sanggup klw gitu bg.
Ya, manusia bergerak, maju dan berkembang atas keinginannya sendiri.
Manusia, adalah kedalaman yang tidak pernah bisa diukur.
Misteri dalam Misteri dan Judul lebih Menarik mungkin dalam postingan selanjutnya adalah Memanusiakan Manusia...
Heheheh. Manusia memang manusia.
Buat memikirkan gimana ada satu kota besar yang lengkap banget dan teratur pengaturannya, mulai dari pabrik pembangkit tenaga, pengolahan, pembuangan dan lain2 bisa menjadi hanya dalam satu tubuh manusia, iti saja bingung. Kalau kota yang lengkap seperti itu butuh lahan yang luas banget, kan? Nah ini belum lagi ditambah rasa, nyawa, dan lain sebagainya. Han ek kupikee kalau kata @acehpungo.
Hehehehe. Sungguh ribet.
Jangan pernah memikirkan manusia, buminya komplit, mereka gak nyaman. Kacau, kan?'hahaha