Kongres Kelamin

in #indonesia8 years ago

IMG_20180420_084221_HHT.jpg

Di peradaban modern, manusia pun semakin kehilangan akal sehatnya. Bila sebelum human right menjadi isu dunia dan banyak negara masih menganut paham "konservatif" manusia yang menyalahgunakan fungsi alat kelamin, tidak ada yang berani muncul ke publik untuk menyatakan bahwa perilaku nyeleneh mereka bagian dari hak asasi.

Kini, di zaman yang diklaim puncak peradaban manusia, justru penyimpangan seksual, disorientasi seksual diseminarkan sebagai bagian dari kemanusiaan itu sendiri, yang berlaku secara global, bahkan dengan menafikan norma agama sekalipun. Mereka --para pembela penyalahgunaan alat kelamin-- kerap mengatakan bahwa kebebasan individu dalam mengaktualisasikan diri tidak boleh dibatasi oleh apapun, termasuk oleh agama. Di hadapan mereka, Islam, Khatolik, Yahudi, tidak ada apa-apanya ketimbang kebebasan. Mereka menerjemahkan kebebasannya sebagai sesuatu yang unlimited, walau harus berbenturan dengan Tuhan sekalipun.


Negara-negara di dunia terlihat tidak berdaya menghadapi globalisasi penyalahgunaan alat kelamin. Media massa, seminar, buku, selebaran, banyak membahas serta membela aksi nudis dan penyalahgunaan alat kelamin. Mereka menyebut itu sebagai keberagaman yang harus diberikan tempat dan harus dihormati.

Sejatinya semua alat kelamin menolak diperlakukan semena-mena oleh manusia yang gemar menyalahgunakan fungsi mereka. Para alat kelamin yang selama ini kerap disalahgunakan, merasa dilecehkan kehormatannya oleh manusia. Banyak yang berontak dan menyebabkan manusia terjangkiti penyakit kelamin. Namun, bagi yang masih amatiran, hal tersebut masih berupa mimpi semata.

Penisus yang dipaksa masuk duburus, vaginamus yang diharuskan digesek sesamanya, adalah bentuk penistaan yang telah menyebabkan citra kelamin menjadi hina. Penuh nista dan dimaki-maki oleh manusia. Andaikan para kelamin memiliki kemampuan langsung melawan, sungguh mereka akan membuat para penyalahgunaan mereka mati seketika di atas ranjang dengan mulut penuh nanah dan tubuh penuh koreng.


Atas semua keprihatinan itu, maka para alat kelamin pun bersepakat untuk menggelar kongres untuk memperjuangkan harkat dan martabat mereka. Tepat tengah malam para alat kelamin pun bersepakat untuk bertemu. Beberapa alat kelamin yang dimiliki oleh orang terhormat didapuk sebagai pembicara. Ratusan alat kelamin pun mendaftar.

Lalu mengapa kongres digelar malam hari? Ternyata pada malam hari para manusia --pemilik kelamin-- sedang tidur. "Pukul 03.00 WIB, manusia sudah terlelap. Mereka tidak menggunakan jasa kami pada jam demikian. Kecuali yang mengidap diabetes melitus," terang Mr. Penisus Mencula, jubir kongres.

Akhirnya, kongres pun digelar. Setelah sekitar ratusan perwakilan kelamin hadir di hall sebuah hotel imajiner, tiba-tiba suasana menjadi gaduh. Beberapa kelamin yang didapuk sebagai pembicara, tidak hadir.

"Kemana mereka?" tanya perwakilan dari Negeri Atas Angin.

Tidak ada yang tahu. Hingga dua jam kemudian, suasana pun ribut. Apa pasal? Setelah sejam lalu televisi mewartakan penangkapan sejumlah mahasiswi dan gay yang tertangkap sebagai jaringan pelacuran online, sejumlah inisial para petinggi negeri disebutkan. Empat di antaranya adalah para pemilik kelamin yang didapuk sebagai pembicara pada kongres kelamin. []

Sort:  

G tahan x nengok judul yg abg buat ini...
Hahaha

Hahahaha. Terimakasih.

That gura2 judul jih,,tapi maken gura maken hawa ta baca. Emang mantap senior lon Bg @muhajir.juli hehehe..

Hmmm, selamat membaca bung @furqanzedef

Ok, Bang. Hehehe..

Loading...

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.081
BTC 60768.58
ETH 1592.65
USDT 1.00
SBD 0.47