Denting Waktu & Steemit
Berapa kali hari ini Anda memaki sistem ini (Steemit) hanya karena keinginan Anda tidak atau belum tercapai. Selamat, Anda tidak sendirian. Banyak orang yang telah memiliki reputasi besar di luar sistem ini, telah melakukan itu. Penyebabnya hanya satu, mereka memaki karena upvote yang tidak memuaskan.
Nafsu amarah (termasuk serakah) adalah musuh besar manusia. Walau menyadari, tapi sangat sedikit manusia yang mampu menang melawan nafsu amarah. Banyak orang-orang alim di siang hari tapi menjadi jahat di malam hari (membuat permufakatan jahat) karena ada hal yang ingin ia capai secara instan. Orang-orang yang siangnya memperlihatkan dirinya salih kepada publik, tapi malam harinya berkhalwat bersama iblis.
Manusia kerap mampu menciptakan panggung dan citra untuk mewartakan dirinya adalah insan pilihan. Tapi itu hanya terjadi pada siang hari. Malam hari (dalam majelis yang sangat terbatas) mereka justru individu-individu yang merancang kekacauan. Agama, kerap digunakan untuk mencari simpati dari awam yang jahil dan lapar.
Bagi mereka ukhuwah tidaklah penting. Persatuan bukan hal yang harus diutamakan. Siang hari mereka baru saja memeluk Anda dan mencium pipi, malam hari justru orang suruhan mereka yang akan memenggal kepala Anda di kegelapan.
Mereka adalah pribadi-pribadi yang sadis. Sanggup membunuh Anda dan besoknya datang ke rumah duka dengan deraian air mata sembari memeluk anak yang Anda tinggalkan.
Harta, tahta dan syahwat adalah perhiasan dunia sekaligus cobaan yang tidak kecil. Seseorang yang tanpa iman, biasanya selalu terjerumus dalam tiga hal itu bila telah mendapatkan harta yang kemudian digunakan untuk membeli tahta dan selanjutnya berasyik masyuk dengan syahwat haram di bilik-bilik zina yang tidak terjangkau oleh otoritas manusia.
Mereka bergulat dalam peluh yang berserak dan kelamin yang terus-menerus basah oleh lendir yang berbau anyir. Mereka terus bergelut dalam liukan pinggang hingga tulang-tulang lutut gemetaran dan pinggul tak sanggup lagi bergoyang.
Banyak yang kemudian menyadari bahwa itu keliru dan kemudian memilih keluar dari lubang maksiat dan meminta ampun kepada Ilahi. Akan tetapi lebih banyak yang justru mendeklarasikan diri sebagai pengikut iblis secara permanen di dunia.
Kapan penyesalan itu datang bagi mereka? Ketika Izrail sudah berdiri di depan pintu sembari melotot tajam dengan wajah penuh kemarahan. Ketika nyawa dihela tanpa cinta oleh El Maut dan manusia berteriak memohon ampun. Akan tetapi saat itu kita sudah berada di etape terakhir persinggahan dunia. Sungguh telah pula kita celaka.
Banyak individu yang begitu Steemit booming beramai-ramai mendaftar akunnya. Bahkan ada yang mengaku sudah membuat akun jauh hari sebelum Steemit meledak di pasaran di penghujung 2017.
Tapi, dalam perjalam waktu, mereka menjadi individu yang aneh. Hanya bisa tertipu sekira dua Minggu sejak memilih aktif, tapi segera berubah menjadi user yang menjengkelkan sekaligus memuakkan. Kenapa? Mereka tiba-tiba sibuk menyindir orang lain dengan kalimat penuh bau anyir.
Saya mempelajari rata-rata mereka syok. Di dunia sebelah mereka adalah pemilik panggung yang selalu dielu-elukan. Tapi di Steemit ianya menjadi seseorang yang teramat kecil, tanpa pendukung konon lagi pemberi vote.
Mereka tidak terima dengan fakta tersebut. Apalagi ketika ada banyak orang besar di Steemit justru bukan seseorang yang terkenal di media sebelah. Bukan penulis, konon lagi para kritikus. Orang-orang besar di Steemit justru individu yang nyaris tidak dikenal.
Untuk itu, para pribadi yang terjebak pada "kekeliruan menerjemahkannya diri itu" mulai melakukan kritik (tepatnya caci maki) yang menonjolkan perbedaan. Beberapa orang memang terpengaruh dan ikut mencaci, tapi tidak sedikit yang semakin ilfill dengan tingkah yang demikian. Ujungnya, para pemrotes itu dijauhi. Sebagus apapun postingan mereka, tetap saja sepi upvote.
Teman, manusia yang memperturutkan amarah, adalah individu yang menciptakan kehancuran di muka bumi. Daya rusaknya tergantung kepentingan dan pergaulan. Semakin besar kepentingan dan pergaulan, maka semakin luas dampak buruk yang dihasilkan.
Teman, andaikan kita memanfaatkan denting waktu untuk membangun komunikasi, memperkenalkan kapasitas, serta meyakinkan orang lain bahwa kita adalah individu yang pantas untuk didukung, sungguh saat ini sudah mencapai level-level yang pantas.
Di Steemit menjaga irama denting waktu sangat penting, karena bila lalai pada hal-hal yang justru merusak kebersamaan dan cinta kasih, justru kita tidak akan mencapai level apapun. Karena di Steemit, upvote merupakan sesuatu yang sangat penting. Bila dalam bersteemit kita gagal membangun kebaikan, sungguh upvote itu tidak akan datang dari user lain.
Warm regard
Busyet bahasanya bg, vulgar banget. Tapi keren kok. He he he...
Hmmm. Semoga tidak dianggap mengandung konten porno. Terimakasih sudah membaca tulisan ini secara utuh @lisamaisyura.
Kuncinya "jika tidak mampu membangun kebaikan, maka kebaikan tidak akan datang". Mantappp
Betul Engku @nasir83. Engku memang hebat.
Sangat inspiratif
Sangat inspiratif
@yundriana: Wow, saya tersanjung.
Kami sudah upvote ya