'Kroeng Pade' Hantaran Intat Linto I Billingual
Selamat Siang Sahabat Steemians
Kali ini saya ingin berbagi beberapa gambar "Kroeng Pade" peninggalan Hantaran Linto saya, sampai saat ini "kroeng Pade" ini masih ada di Rumah Mertua
This time I want to share some pictures of "Kroeng Pade" my Linto Delivery relic, to date "kroeng Pade" is still in Rumah Mertua
Seperti kebiasana adat yang ada di dalam masyarakat Aceh, bahwa pada saat Antar Linto wajib membawa hantaran " U Pawe ( buah Kelapa yang dimasukkan ketempat yang unik). Saat itu saya membawa "Kroeng Pade". ini selain itu ada juga yang membuat Perahu atapun Kapal Terbang tergantung permintaan dari lintonya
Like the traditional kebiasana in Aceh society, that at the time Antar Linto must carry the delivery of "U Pawe (coconut fruit that is put into a unique place) .When I bring" Kroeng Pade ", this in addition there is also a Boat atapun Ship Fly on request from his linto
Sampai Saat ini " Kroeng Pade" ini sudah ini berusia 7 (tujuh) tahun dan telah dipakai untuk intat linto 3 orang teman saya.
Until now "Kroeng Pade" is already 7 (seven) years old and has been used to intimate linto 3 of my friends.
kalian pasti bertanya berapa biaya yang saya keluarkan untuk membuatnya? Saya tidak mengeluarkan satu rupiahpun untuk membuat "kroeng pade" tersebut karena ini merupakan hadiah dari Masyarakat Gampoeng Geulumang VII. Kebetulan Gampong tersebut merupakan Desa Dampingan saya pada program PEUDAP SERASI USAID
you must ask how much it cost me to make it? I did not spend one rupiah to make "kroeng pade" because this is a gift from the Gampoeng Geulumang VII Society. Incidentally Gampong is my Village Accompanied in USAID SERASIAP SERASI program
yang membuat "Kroeng Pade" ini adalah Tgk Hasan. menurut beliau "kroeng pade" ini adalah unit ketiga yang dibuat. yang pertama untuk hantaran linto ke Meulaboh dan yang kedua Kelangsa.
which makes this "Kroeng Pade" is Tgk Hasan. according to him "kroeng pade" This is the third unit created. the first for linto delivery to Meulaboh and Langsa .
"Kroeng Pade" ini sempat mengalami kerusakan atap pada saat hantaran kedua. Atapnya setelah diperbaiki tidak bisa digunakan untuk hantaran lagi karena atapnya tidak bisa dibuka lagi
"Kroeng Pade" this had suffered damage to the roof at the time of the second conductor. The roof after repair can not be used for delivery again because the roof can not be opened again
kalian pasti penasaran bagaimana gambar "Kroeng Pade" ini pada saat hantaran Intat Linto dulu. Berikut Gambarnya
you must be curious how the image "Kroeng Pade" is at the time of Intat Linto delivery first. Here's the Picture





