Understanding Defression
English

Ilustration Defression (Source: Google)
####
Peace be upon you, and Allah's mercy and blessings
Haloo Steemit friends all. How are you???
In this post I wrote an article about depression. Yes depression, one type of disease that can attack any psychology. Then what is depression?
** Understanding Depression **
Depression as a clinical syndrome has been known since over 2000 years ago. The problem in this depression is about the nature, classification, and etiology.
** History of Depression **
In ancient times, people believed that all mental illnesses were caused by supernatural powers and the way to heal them was by removing evil spirits from within the body of the sufferer (Zax and Cowen, 1976).
The theory of the human personality originating from Greece explains the physical and psychological phenomena in a more scientific way.
Empedocles (490-420 BC) developed a humoral theory based on four elements that are characterized by body fluids:
•> Elements of fire that emit heat quality derived from blood fluids in the heart;
• Elements of soil or earth that emit a dry quality derived from plegm fluid in the brain;
• Elements of water that secrete wet qualities derived from yellow mucus in the liver; and
• The cold air-releasing element derived from black mucus in the spleen.
Liquid imbalances rather than the four elements present in the body will result in the appearance of disease, so the way of treating it is done against the existing illness. Humedic theory of Empedocles was further re-applied by Hippocrates (460-377 BC).
In that theory Hippocrates says that all illnesses and mental disorders are explained naturally. Nightmares and anxiety are caused by increased flow of black mucus to the brain, melancholia caused by excess black mucus (Gelder, Mayau, and Cowen 1998).
From the theory applied Hippocrates gave birth to the division of personality based on the theory of body fluids, namely:
• The sanguin personality comes from the blood fluid in the heart that gives rise to the quality of the spirit;
• Plagmatic personality comes from plegma fluid in the brain resulting in sluggish quality;
• The kholeric personality comes from the yellow mucus fluid in the liver so as to elicit tough quality; and
• Melancholic personality comes from black mucus in the spleen resulting in gloomy qualities.
In the 19th century, some scholars tried to reveal the causes of mental illness, such as Wilhelm Griesinger (1817-1868) and Emil Kraeplin (1855-1926). Wilhelm Griesinger (1817-1868) states that mental illness is a somatic disease and its cause can always be found in the brain. In addition, Emil Kraeplin (1855-1926) believed that heradity factor is a cause of mental illness, although later he found that metabolic factors that influence the onset of mental illness (Zax and Cowen, 1976).

Ilustration Defression (Source: Google)
The opinions of the two experts above then led to a new view by an expert named Freud. In Freud's view, he assured that the patient was a unique individual with a different past. The views expressed by Freud survived until the 1970s followed by the development of genetic sciences, biochemistry, and neuropathology that led to mental disorders and was known by the name of biological psychiatry (www.priori.com).
** Definition of Depression **
The term depression is so popular, but the true meaning of depression is difficult to define precisely. The layman uses the term depression very freely and generally, a state of sadness and unhappiness. For example, when a person is in a state of mourning for the loss of a loved one, then it is a natural occurrence if it occurs in the first week, week but becomes a disease if grief over long periods of time.
Depression is a common mental disorder in the community. Rathus (1991) states people who experience depression generally experience disorders that include emotional state, motivation, functional, and behavioral movements and cognition. According to Atkinson (1991) depression as a mood disorder characterized by no hope and broken heart, excessive helplessness, unable to make decisions to start an activity, incapable of concentration, lack of enthusiasm, always tense, and attempted suicide.
Simply depression can be interpreted as a painful experience and a feeling of no hope. Depression is a feeling disorder (effect) characterized by a dysphoric effect (loss of excitement or arousal) accompanied by other symptoms, such as sleep disorders and decreased appetite.
Thus a brief post about depression I've posted on my personal blog (www.muhammadsaifullah.com). This article on depression is a resume from a book titled ** Psychology Depression Review ** paper written ** Dr Namora Lumongga Lubis MSc **.
** Thanks I say to my friends #steemit all who have been willing to read this article my story. Hopefully this is not the last article I wrote in Steemit. **
Terima kasih juga untuk @levycore @aiqabrago yang telah membuat Komunitas Steemit Indonesia (KSI) dan Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Banda Aceh @kemal13. Masih diperlukan kritikan serta masukan dari tulisan yang saya postingan kali ini.
Besides thank you for @good-karma who has made an esteem application, so I can use to post in steemit.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
###

####
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Haloo kawan-kawan Steemit semua. Apa kabar???
Pada postingan kali ini saya menuliskan sebuah artikel yang membahas tentang depresi. Ya depresi, salah satu jenis penyakit yang dapat menyerang psikologi siapa saja. Lalu bagaimana apa yang dimaksud depresi itu?
Pengertian Depresi
Depresi sebagai sindrom klinis telah diketahui sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Permasalahan dalam depresi ini adalah mengenai sifat dasar, klasifikasi, dan etiologinya.
Sejarah Depresi
Pada zaman dahulu, masyarakat percaya semua penyakit mental disebabkan oleh kekuatan supranatural dan cara menyembuhkannya adalah dengan mengeluarkan roh jahat dari dalam tubuh penderita ( Zax dan Cowen, 1976).
Teori mengenai kepribadian manusia yang berasal dari Yunani menjelaskan tentang fenomena fisik dan psikologis dengan cara yang lebih ilmiah.
Empedocles (490-420 SM) mengembangkan teori humoral didasarkan empat elemen yang dikarekteristik oleh cairan tubuh, yaitu:
•>Elemen api yang mengeluarkan kualitas panas yang berasal dari cairan darah di jantung;
•>Elemen tanah atau bumi yang mengeluarkan kualitas kering yang berasal dari cairan plegma di otak;
• Elemen air yang mengeluarkan kualitas basah yang berasal dari cairan lendir kuning di hati; dan
• Elemen udara yang mengeluarkan dingin yang berasal dari cairan lendir hitam di limpa.
Ketidakseimbangan cairan daripada keempat elemen yang ada di dalam tubuh akan mengakibatkan munculnya penyakit, sehingga cara mengobatinya dilakukan dengan berlawanan dari penyakit yang ada. Teori humoral Empedocles selanjutnya diterapkan lagi oleh Hippocrates (460-377 SM).
Pada teori tersebut Hippocrates mengatakan bahwa semua penyakit dan gangguan mental dijelaskan secara alamiah. Mimpi buruk dan kecemasan disebabkan oleh meningkatnya aliran lendir hitam ke otak, melankolia disebabkan oleh kelebihan lendir hitam (Gelder, Mayau, dan Cowen. 1998).
Dari teori yang diterapkan Hippocrates melahirkan pembagian kepribadian berdasarkan teori cairan tubuh, yaitu:
• Kepribadian sanguin berasal dari cairan darah di jantung sehingga memunculkan kualitas semangat;
• Kepribadian plagmatic berasal dari cairan plegma di otak sehingga memunculkan kualitas lamban;
• Kepribadian kholeric berasal dari cairan lendir kuning di hati sehingga memunculkan kualitas keras; dan
• Kepribadian melancholic berasal dari cairan lendir hitam di limpa sehingga memunculkan kualitas murung.
Pada abad ke-19, beberapa ahli mencoba mengungkapkan penyebab terjadinya penyakit mental, seperti Wilhelm Griesinger (1817-1868) dan Emil Kraeplin (1855-1926). Wilhelm Griesinger (1817-1868) menyatakan bahwa penyakit mental adalah penyakit somatis dan penyebabnya selalu dapat ditemukan di otak. Selain itu, Emil Kraeplin (1855-1926) percaya bahwa faktor heraditas merupakan penyebab penyakit mental, walaupun kemudian dia menemukan bahwa faktor metabolis yang mempengaruhi timbulnya penyakit mental (Zax dan Cowen, 1976).

Ilustration Defression (Source: Google)
Pendapat dari kedua ahli di atas kemudian memunculkan pandangan baru oleh seorang ahli yang bernama Freud. Pada pandangan Freud, dia meyakinkan bahwa pasien itu adalah individu yang unik dengan masa lalu yang berbeda-beda. Pandangan yang dikeluarkan oleh Freud bertahan sampai tahun 1970-an yang kemudian diikuti perkembangan ilmu genetik, biokimia, dan neuropatologi yang menyebabkan gangguan mental dan terkenal dengan nama biological psychiatry (www.priori.com).
Definisi Depresi
Istilah depresi sudah begitu populer, akan tetapi arti yang sebenarnya dari depresi itu sukar didefenisikan secara tepat. Orang awam menggunakan istilah depresi dengan sangat bebas dan umum, yaitu suatu keadaan kesedihan dan ketidakbahagiaan. Misalnya ketika seseorang berada dalam kondisi berduka karena kehilangan orang yang dicintai, maka hal tersebut merupakan kejadian wajar bila terjadi pada minggu, minggu pertama namun menjadi suatu penyakit bila kesedihan dalam jangka waktu yang lama.
Depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi di tengah masyarakat. Rathus (1991) menyatakan orang yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasi, fungsional, dan gerakan tingkah laku serta kognisi. Menurut Atkinson (1991) depresi sebagai sautu gangguan mood yang dicirikan tidak ada harapan dan patah hati, ketidakberdayaan yang berlebihan, tidak mampu mengambil keputusan memulai suatu kegiatan, tidak mampu konsentrasi, tidak punya semangat hidup, selalu tegang, dan mencoba bunuh diri.
Secara sederhana depresi dapat diartikan sebagai suatu pengalaman yang menyakitkan dan suatu perasaan tidak ada harapan lagi. Depresi adalah gangguan perasaan (efek) yang ditandai dengan efek disforik (kehilangan kegembiraan atau gairah) disertai dengan gejala-gejala lain, seperti gangguan tidur dan menurunkan selera makan.
Demikian postingan singkat tentang depresi yang pernah saya posting di blog pribadi saya (www.muhammadsaifullah.com). Artikel mengenai depresi ini merupakan resume dari sebuah buku yang berjudul Depresi Tinjauan Psikologi karya tulisan Dr Namora Lumongga Lubis MSc.
Terima kasih saya ucapkan kepada kawan-kawan #steemit semua yang telah mau membaca artikel cerita saya ini. Semoga ini bukan artikel terakhir yang saya tulis di Steemit.
Terima kasih juga untuk @levycore @aiqabrago yang telah membuat Komunitas Steemit Indonesia (KSI) dan Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Banda Aceh @kemal13. Masih diperlukan kritikan serta masukan dari tulisan yang saya postingan kali ini.
Besides thank you for @good-karma who has made an esteem application, so I can use to post in steemit.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
###

Mengerikan.. kalau gak tau buat status apa d steemit, bisa kena depresi juga bg ?
Kalau itu belum tahu @firsawan. Kalau gak naik status di #steemit kayaknya gak kenak depresi, tapi kalau kenapa gak naikkan status itu bisa jadi karena depresi wkwkwk
Sukses selalu untuk teman-teman steemit, tetap semangat dalam beraktifitas @ms1991
Aminnnn Bung @munandar. Semangat juga buat bung.