The smell is longing

in #photograpy8 years ago (edited)

PSX_20180108_034957.jpg

It was dark last night after a long journey through the muddy roadside muds. Moving from desert to rumble filled with violent tones of violence. A really exhausting journey. I remember. When on the sidewalk I stared at an old man with his shabby dress which was like a robe full of patches here and there, with all the worries of stretching his hand out to me but still with a thin smile that reminded me of a romance story about a man who became a lover of god but hiding behind his shabby clothes. I then put my hand into my pocket looking for a dime. With a pity I smiled as I removed the change from my hand. Grasping the dime as if it were a treasure that really meant to him.
Working as a perfume perfume I've felt lucky enough. Seeing lots of people out there being beggars on the streets. In this city, Jerusalem, a condition of hard life and economic competition. I was just holding my mother's message in order to uphold honesty in everything I did. As a migrant worker, I got enough attention from the surrounding population because my perfume that is known banyan people even up to government officials came to my perfume shop and they made me choose the perfect perfume for them.
The final months. November, December, I'm starting to miss home. I miss my sisters, Father and my mother. Many times I have received a letter from my second semester sister at a state college, he continues to write in his letter that everything in the house has missed me. This is the twelfth letter he sent. I just smiled at the photo stuck in the letter, the latest photo of the big family I was supposed to be in. I must be patient until the end of January, a voice woke me from the lamuanan, I understand if he wants me to get a glass for him. "Okay sir, I'll take for you" I went to the kitchen and gave her a glass. He is my top samin, the owner of this perfume shop, though only a few months worked on him but I'm pretty familiar with him. I understand but can not speak Arabic. I just rely on basic English.


Malam tadi kuterlelap selepas perjalanan menempuh banyak daki karena lumpur-lumpur tepi jalan yang redup dari cahaya. Beranjak dari sepi kedalam gemuruh penuh dengan nada-nada bersemburat kekerasan. Perjalanan yang sungguh melelahkan. Yang ku ingat. Ketika di pinggir jalan kutatap seorang lelaki renta dengan lusuh pakaiannya yang semacam gamis penuh tambalan di sana sini, dengan segala prihatin menadahkan tangannya menjulur kepadaku namun tetap dengan senyum tipis yang mengingatkanku akan cerita romo tentang lelaki yang menjadi kekasih tuhan namun bersembunyi di balik kumal bajunya. Aku kemudian memasukkan tangan ke saku mencari receh. Dengan perasaan iba aku tersenyum sambil melepas receh itu dari tanganku. Digenggam kuat receh itu seakan harta yang sungguh berarti baginya.
Bekerja sebagai peramu parfum aku sudah merasa cukup beruntung. Melihat banyak orang di luaran sana menjadi pengemis di jalan-jalan. Di kota ini, Yerussalem, syarat akan kerasnya hidup dan persaingan ekonomi. Aku hanya memengan teguh pesan ibuku agar tetap menjunjung kejujuran dalam segala apapun yang aku kerjakan. Sebagai tenaga kerja pendatang, aku cukup mendapat perhatian dari penduduk sekitar karena ramuan parfumku yang sudah dikenal banyan orang bahkan hingga para pejabat pemerintahan mendatangi toko parfumku dan mereka menyuruhku memilihkan parfum yang cocok untuk mereka.
Bulan-bulan akhir. November, Desember, aku mulai rindu dengan kampung halaman. Aku rindu adik-adikku, Romo dan ibuku. Sudah berkali-kali aku menerima surat dari adikku yang sudah semester dua di perguruan tinggi negeri, dia terus menulis dalam suratnya bahwa semua yang di rumah telah merindukanku. Ini adalah surat keduabelas yang dikirimkannya. Aku hanya tersenyum melihat foto yang terselip dalam surat itu, foto yang terbaru keluarga besar yang semestinya aku ikut di dalamnya. Aku harus sabar hingga akhir januari, sebuah suara menyadarkanku dari lamuanan, aku paham kalau dia ingin aku mengambilkan gelas untuknya. " oke sir , I will take for you" Aku pergi kedapur dan memberikan gelas padanya. Ia adalah samin atasanku, pemilik toko parfum ini, meski baru beberapa bulan bekerja padanya tapi aku cukup akrab dengannya. Aku paham namun tidak bisa berbicara dengan bcodeahasa arab. Aku hanya mengandalkan bahasa inggris yang dasar.
""terimakasih atas perhatiannya""
@miswarjr
@misward19
#lovesteemit

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.076
BTC 64518.18
ETH 1673.68
USDT 1.00
SBD 0.41