Menuduh Tanpa Bukti

Assalamualaikum ...
Sahabat steemit, saya ingin berbagi dua patah nasehat kepada anda semua, tentang tuduh menuduh yang tidak berlandaskan bukti. Sebagaimana Allah Swt berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan pra-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari pra-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat [49] : 12)
Nau'zubillahhi min zaalikk,,,
Saudaraku yang seiman, Menuduh seorang muslim dengan tuduhan keji seperti menuduh berzina, mencuri, atau lain-lain. Mencurigai keburukan seseorang tanpa bukti, saksi dan tanda-tanda yang mendasarinya adalah sesuatu yang haram, apalagi sampai menuduh tanpa bukti.

Sungguh begitu banyak beban dan bahaya yang akan ditemui oleh mereka yang tidak pandai menjaga lisannya dari melontarkan kekejian dan tuduhan kepada seorang muslim. Menuduh tanpa bukti adalah perkara yang ringan di lisan, namun sangat berat dan besar di hadapan Allah subahanhu wa ta’ala.
Tuduhan pada hakikatnya kebohongan yang paling buruk. Sementara ketika tuduhan dilakukan tanpa kehadiran yang tertuduh, maka itu dikategorikan gibah. Orang yang melakukannya berarti telah melakukan dua perbuatan dosa.
Bagi yang dituduh, akhirat untuknya jika bersabar. Orang lain beramal, pahalanya bagi dia jika dia tetap tidak ridha terhadap orang yang memfitnah dan menyebarkannya.
Lalu, bagaimana sikap yang seharusnya kita ambil saat mendengar isu tentang buruknya atau sesatnya seseorang? Kaidah dasarnya, terhadap mukminin kita husnuzhan. Sementara terhadap orang fasik, kita curiga dulu sampai mampu melakukan tabayyun dengan benar.

Penyebab orang mudah berpartisipasi menyebarluaskan tuduhan, meskipun tidak merasa menyebarluaskan cuma share kok. Padahal di hadapan Allah Swt kita telah melakukan dosa ke dua kali. Semoga kita semua terhindar dari siksaan api neraka. Semoga bermanfaat.