Labunya Mulai Berbuah
Siapa sangka, tanaman labu yang ditanam oleh ibu saya beberapa bulan yang lalu, sekarang sudah mulai berbuah, labunya tumbuh subur, sampai merambat ke atas pohon kupula.
Beberapa bulan lalu ibu cuma iseng nyekel biji. Ditancepin ke tanah belakang rumah sambil bilang, "Nggak tau jadi apa nggak, yang penting nanem."
Terus ibu sibuk. Nyapu, masak, ngurus kita. Labu itu kayak dilupakan. Disiram kalau ingat. Dilihat kalau lewat.
Eh sekarang... MasyaAllah. Daunnya selebar telapak tutup panci. Batangnya kuat, ngerambat naik ke pohon kupula. Nggak malu walau tempatnya numpang. Nggak berhenti tumbuh walau nggak tiap hari dipupuk.
Terus buahnya... gendut-gendut, hijau, ngegantung di atas. Kayak lampu gantung dari surga. Siapa yang nyangka biji sekecil itu bisa naik setinggi itu?
Saya jadi mikir bro. Beberapa bulan lalu hati saya juga kayak tanah itu. Kosong. Capek. Muak sama semua hal.
Tapi ternyata, kalo kita tetap "nanem" walau cuma sekecil doa, walau cuma sebiji sabar... nanti Tuhan yang numbuhin. Pelan-pelan. Sampai suatu hari kita liat ke atas dan kaget: "Loh, udah berbuah?"
Labu itu ngajarin saya: nggak semua yang tumbuh harus cepat. Nggak semua yang subur harus disorot. Ada rezeki yang diam-diam merambat, terus tiba-tiba ngegantung indah di atas kepala kita.
Salam kompak selalu.
By @midiagam






