Pergi Ke Acara Maulid Di Desa Cot Trueng
Selamat siang teman-teman wherein semuanya. Semoga kita semua diberikan ide dan nalar yang sempurna oleh Allah, sehingga tak berhenti berbuat baik dan membuat postingan bernas yang dapat menjadi pelayan dan hiburan untuk orang-orang di sekitar kita.
Hari ini saya kembali membuat postingan saat menghadiri acara kenduri maulid di menasah Cot Trueng. Sudah menjadi tradisi kami orang Aceh setiap menggelar acara kenduri maulid memperingati hari lahirnya nabi besar Muhammad SAW, itu kami mengundang kampung tetangga untuk datang dan menikmati hidangan kenduri maulid.
Dan hari ini kamis 16 Desember, di desa Cot Trueng, mereka membuat acara kenduri maulid. Tentu saja sebagai tetangga, desa Ulee Madon mendapat undangan untuk hadir ke acara tersebut, khususnya bagi kaum laki-laki.
Tepat jam 11.00 WIB, saya bersama teman-teman sekampung, tua, muda berkumpul untuk pergi ke acara maulid. Setelah semuanya terkumpul, lalu tgk imum memimpin perjalanan menuju acara maulid yang bertempat di menasah Cot Trueng.
Kami semua berangkat dengan menggunakan motor. Ada yang pergi berboncengan, ada juga yang sendiri-sendiri. Jarak desa kami dan Cot Trueng cukup dekat, setelah melewati SPBU di desa Menasah Aron, dalam hitungan detik, sampailah kami di menasah Cot Trueng.
Saat memasuki pintu gerbang menasah, rombongan kami langsung disambut dengan senyum ramah dari tokoh masyarakat dan pemuda di desa Cot Trueng. Setelah berjabat tangan, kami dipersilahkan naik ke atas menasah untuk menikmati beragam hidangan yang sudah disiapkan.
Semua tampak antusias dan gembira bukan main. Hal ini terpancar dari wajah-wajah tamu undangan yang hadir. Setelah semua duduk yang rapi, kemudian makanan dibagikan perkelompok. Untuk minumannya, mereka menyediakan air aqua gelas.
Tanpa menunggu lama, kami pun membuka nasi yang dibungkus dengan kain. Ada nasi gurih, nasi minyeuk, dan nasi putih biasa. Teman-teman banyak yang memilih nasi minyeuk, sementara saya menjatuhkan pilihan pada nasi putih biasa. Karena perut saya tidak bersahabat dengan nasi minyeuk.
Untuk lauknya pun beragam. Ada opor ayam, masak putih daging itik, ada juga daging sapi yang direndang, terus telor itik asin, telur ayam rebus yang disambal, ayam goreng, dan masih banyak lagi. Semuanya kami makan tanpa tersisa.
Walaupun kami makannya banyak, tetap saja makanannya tidak bisa kami habiskan, karena makanannya banyak sekali. Lalu panitia menasah, membagikan kami satu kantong plastik untuk masing-masing orang. Teman-teman saya banyak yang mengambil dan membawa pulang makanan yang lebih. Sedangkan saya tidak membawa pulang apapun, karena saya merasa malu menenteng makanan ketika akan pulang.
Setelah semuanya selesai makan, kami pamit untuk pulang. Dan tamu dari desa lain juga masih banyak mengantri diluar.
Itulah cerita saya hari ini saat pergi ke acara kenduri maulid di desa Cot Trueng. Terimakasih sudah membaca, sampai jumpa lagi.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
[WhereIn Android] (http://www.wherein.io)






This post has been rewarded by the Steem Community Curation Project #wherein
昨天明明把手机放在桌上,今天又找不到了 ( ˘︹˘ )
咦?你是谁?我又是谁?
加入我们微信群没?还没的话赶快加我们瓜子老板。很帅的 iguozi <(^,^)>
Ha recibido un voto a favor de la comunidad WHEREIN, impulsada por STEEMIT INC. Gracias por usar WHEREIN
Terimakasih Sudah Menggunakan WhereIn, Postingan Anda Terpilih Untuk Mendapatkan Upvote Dari WhereIn Dan Di Dukung Oleh Steemit.inc !