Ujian Terbaik

[Source](https://rangtalu.wordpress.com/2014/09/10/dunia-indah-menipu/)
Nah tapi di sisi lain, masih ada orang yang mengambil jalur lain, ketika dia mendapatkan ujian atau masalah. Malah dia itu meninggalkan Allah, malah menganggapnya Allah sudah menguji dia. Jadi dia sudah tidak mau mendekatkan diri sama Allah, malas sholat misalnya. Lalu tanggapannya seperti apa ya kalau ada orang seperti itu. Nah kalau menurut saya gini,
ini adalah bedanya ujian di kampus, sama ujian dari Allah. Kalau kita di kampus, kita ujian bisa nggak bisa nyontek. Kalau ujian dari Allah, kita bisa nyontek. Misalnya, "Owh, itu seperti itu" ? Nah itu contoh dan akan lulus ujian.
Baiklah ! Prinsipnya, tolong perhatikan baik-baik, ini kita sudah masuk dalam pembahasan yang serius, Ambil leaning poin. Suatu ketika ada seorang raja, yang dia sangat tidak menyukai dengan apa yang dia alami. Karena raja ini suka berburu, dia salah dalam memanah, akhirnya dia malah di serang.

Source
Gambar ilustrasi
Karena di serang, maka hilang lah jari-jarinya kena pedang. Maka dia katakan, "Saya ini sudah baik, tapi kenak juga musibah ini". Tapi pelayannya malah ngomong begini, "Hey raja, sesungguhnya Tuhan itu maha baik, dan selalu memberikan yang terbaik". Terus raja bilang, "Kurang ajar kamu ini, kamu ini pelayan, malah sok ngajari aku" ! Lalu raja berteriak, sambil berkata, "Mana baiknya ! Saya malu dong, masak raja tangannya nggak ada jari-jarinya".
Oke, akhirnya pelayan yang menasehatinya, malah di penjara. Akhirnya raja pun berburu lagi, dia berburu, tapi luar biasa Allah menjalankan kehendaknya. Akhirnya bukan dia dapat buruan, malah ke tangkap suku primitif, dan dia di tangkap dan mau di bunuh. Ketika dia mau di bunuh untuk persembahan dewa, tapi begitu mau di bunuh, nggak jadi. Kenapa nggak jadi ? Karena jari-jarinya nggak ada.
Maka ini nggak bisa untuk persembahan dewa, akhirnya di lepaskan. Dan begitu di lepaskan, dia ingat kata-kata pelayan tadi, bahwa Allah tau yang terbaik. Bayangkan seandainya tadi jari tangannya utuh semua, sudah almarhum dia di bunuh, jadi persembahan dewa. Maka betul kata pelayan tadi, dan akhinya pelayan pun di bebaskan. Tapi bagaimana dia masih kritis, karena rajanya ini pintar, kalau nggak pintar, nggak jadi raja, ya kan ? Akhirnya oke, kalau memang Tuhan itu baik, tapi bagaimana kalau Tuhan itu baik, kok kamu di penjara, kan kamu bilang tadi Tuhan itu baik ? Tanya raja kepada pelayannya itu.
Raja kok bodoh, kata pelayannya, justru saya di penjara, itu supaya saya di selamatkan. Sebab kalau saya nggak di penjara, saya pasti di ajak untuk berburu. Dan ketika berburu, saya yang jarinya masih utuh, pasti di tangkap suku primitif.

Source
Maka saya di penjara. Dan kadang-kadang kita lewat ikhtiar, itu yang terbaik. Nah untuk mencapai pada sebuah pemikiran, namanya manusia. Manusia itukan kalau orang sunda bilang mah, itu pendek pikiran ya ? Pikirannya tidak panjang ke depan, atau tidak berpikir mindsetnya ada apa gitu ya, tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Nah untuk mencapai pada sebuah hal, "Oh ya siapa tau". Artinya berbaik sangka kepada apapun yang terjadi di berikan kepada kita oleh Allah. Nah untuk membentuk itu, ada tiga pengendalian, supaya kita tau. Karena di jadikannya Nabi-Nabi, Rasulullah, itu di utus untuk jadi percontohan, semuanya sudah ada paradigmanya. Misalnya kenapa kita harus begitu ? kita ingat pada kesudahan orang-orang yang di beri ujian.
Pertama ini mohon ma'af, ini karena mindset kita salah mengenai sabar. Orang di kira sabar itu adalah pasif, sabar itu pro aktif, sabar itu mengusahakan yang terbaik, sabar itu dinamis. Sabar dalam musibah, maka dia harus mengikhlaskan sesuatu, karena atau yang terbaik, contohnya Nabi Ayyub. Nabi Ayyub itu kurang apa ? Sudah gagal panen, di tinggal istrinya. Tiba-tiba bu Ayyub banyak sekali, wanita sekarang ini ada uang abang di sayang, nggak uang abang di tendang, nah itu ada lagunya.
Saya nggak jago nyanyi, silahkan kalau anda mau nyanyi. Dan ternyata Allah memberi kesudahan yang terbaik, Nabi Ayyub sesudah melewatinya, menjadi ifdhal yang terbaik, ini cermin bagi kita. Yang kedua tetap dalam ketahanan, itu sabar. Sabar menghadapi ujian dari Allah, ujian hidup, untuk membentuk diri supaya menjadi lebih baik lagi.
Demikian lah postingan saya hari ini, moga-moga ada manfa'at yang di dapat. Sampai jumpa di postingan berikutnya, Insya Allah. Saya akhiri sampai di sini, Salam Steemian Indonesia.
~Keep Writing~
Salam Sahabat Inspiratif
