Lalai Terhadap Anak
Dalam Alqur'an dijabarkan bahwa seseorang yang lalai, itu akibat dari selayaknya bagaikan mutiara yang tercecer, ataupun anggur yang tercecer tadi. Begitulah gambaran Alqur'an mengatakan bahwa orang yang lalai terhadap Tuhannya, itu bagaikan butiran anggur yang tercecer dan berantakan dimana-mana.
Kita sebagai manusia, mempunyai tugas dan fungsi masing-masing. Sebagai seorang ayah, kita mempunyai tugas memberikan perlindungan kepada anak dan sekaligus istri. Begitu juga anda sebagai ibu, anda juga mempunyai kewajiban untuk melindungi, mendidik, sekaligus memberikan kasih sayang kepada anak-anak anda. Anak pun demikian, mempunyai kewajiban yakni menghormati dan mematuhi orang tuanya.
Namun di era perkembangan zaman yang luar biasa ini, terkadang kita sebagai orang tua, lalai akan beberapa hal yang sangat penting yang ada didepan mata kita.
Fenomena akhir-akhir ini kalau kita melihat televisi, banyak pemberitaan-pemberitaan terhadap kekerasan seksual terhadap anak. Ataupun narkoba yang sekarang sudah menjangkit semua lapisan masyarakat, bahkan lapisan umur, tidak pandang bulu, itu sudah remaja, dewasa, bahkan anak-anak. Kekerasan seksual terjadi, narkoba pun menjangkit seluruh lapisan masyarakat.
Apakah ini adalah kelalaian dari kita sebagai orang tua ?
Marilah kita melihat ayat Alqur'an yang terus mengingatkan kepada kita. Arus informasi yang begitu luar biasa tidak bisa dibendung, adalah sesuatu yang dekat, namun sangat membahayakan, terutama pada anak-anak kita.
Sering kita lalai, itu harus kita akui. Terkadang kita memberikan sesuatu untuk memanjakan mereka dengan dalih agar anak tidak ketinggalan terhadap perkembangan teknologi. Namun justru yang kita harapkan, sebaliknya yang tidak kita inginkan malah itu yang terjadi.
Kalau kita lihat derasnya arus informasi, sebegitu luar biasa menggerus pada seluruh lapisan, terutama tidak kalah anak-anak. Kekerasan seksual salah satu contoh. Darimana mereka belajar ?
Kita lalai, bahwa sesuatu yang dekat dengan kita, anak kita. Kadang kita melihat mereka bermain heboh, kita biarkan saja, cenderung kita asyik dengan diri kita masing-masing.
Ini adalah peringatan bagi diri kita sebagai orang tua, bahwa kita lalai untuk menjaganya dan itu harus diakui.
Pendidikan yang sekarang berkembang di dunia pendidikan, bahwa sekarang pemerintah sudah begitu gencar memberikan pendidikan namanya pendidikan karakter. Ini adalah salah satu juga dari pemerintah, agar keprihatinan terhadap akhlak yang telah menggerus begitu luar biasa terhadap anak-anak bangsa kita.
Anak-anak dulu yang begitu senang bermain dengan temannya, yang secara tidak langsung mengajarkan mereka berinteraksi secara sosial dengan baik. Namun sekarang itu telah terpangkas dengan adanya aib itu. Dan orang tua terkadang sering lengah akan hal itu.
Boleh kita sebagai orang tua memberikan mereka, agar itu menjadi pusat informasi yang baik. Namun haruslah kita rutin mengingatkan sering mengontrolnya, bahkan kita harus detail mengikuti siapa saja teman dari anak kita. Karena dengan kemajuan teknologi, yang dekat menjadi jauh, yang jauh menjadi dekat. Komunikasi yang diharapkan dengan adanya media sosial justru malah sebaliknya membungkus atau membunuh dari komunikasi itu sendiri.
Komunikasi yang mestinya harus terjalin dengan baik, ngobrol antara orang tua dengan anak, dengan problematika sekarang yang luar biasa banyaknya. Mestinya komunikasi secara langsung antara anak, antara orang tua dengan anak itu harus sering dan sering dilakukan.
Orang itu tidak boleh jemu mengingatkan anak. Jangan malah kita lengah asyik dengan dunia kita sendiri. Apalagi di era sekarang, menuntut perempuan bekerja. Padahal bekerja bukanlah hal utama bagi perempuan.
Seorang ibu tugas utamanya adalah mendidik, membimbing anak-anaknya dan mengawasinya, apalagi pada perkembangan zaman yang sudah luar biasa ini.
Mari coba kita mengingatkan diri kita pribadi, terutama bagi seorang ibu agar tidak henti-hentinya mengingatkan anak anda. Jangan sekali-kali anda lengah, karena Alqur'an berkali-kali mengingatkan kelengahan umat manusia, terutama pada dewasa kali ini, kelengahan kita sebagai orang tua terhadap anak.
Semoga bermanfa'at, terimakasih sudah membaca, sukses untuk kita semua.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
You have received a vote from the @steemit-market account!
Welcome to our discord: https://discord.gg/NAXE7WmG .
Stay up to date with the project news!
Thanks you @steemit-market 😊