Ikan Arapaima, Riwayatmu Kini
Gak heran, di negara Brazil ikan ini disebut tirarucu, yang berarti ikan merah.
Sisik ikan arapaima sangat kuat lho teman. Bahkan gigi piranha yang tajam, gak bisa menembusnya.
Wooww
Meski kuat, sisik-sisiknya ini sangat lentur, sehingga ia bisa tetap lincah berenang.
Bagian sisik luarnya terbuat dari mineral yang sangat kuat. Sementara bagian dalam terbuat dari collagen lunak. Si raksasa dari sungai Amazon di Amerika Selatan ini, di alamnya bisa mencapai bobot 250 kg, dengan panjang hampir 3 meter lho.
Cup...cup....cup... Luar biasa
Sementara yang ada di kolam ini, beratnya baru mencapai 130 kg. Artinya, dia masih bisa berkembang hingga 2 kali lipat lagi.
Oh iya teman, arapaima-arapaima ini juga bisa dipelihara di Indonesia. Di alam aslinya di sungai Amazon, reproduksi arapaima terjadi ketika musim hujan. Sebelum bertelur, dia akan membuat sarang terlebih dahulu dimusim kemarau. Begitu hujan datang, telur-telur tersebut akan dijaga dalam mulut si jantan.
Yaappp.... Arapaima memang termasuk molfvrider
Jika kalian perhatikan, ikan-ikan arapaima ini sering banget ya naik ke permukaan air.
Ternyata ini adalah adaptasi arapaima pada kondisi sungai Amazon yang memiliki kadar oksigen rendah. Sehingga setiap 5-15 menit sekali, ia akan terus naik kepermukaan air mengambil oksigen.
Meski tergolong ikan predator air tawar terbesar di dunia, sobat yang satu ini di habitat aslinya di Amazon, statusnya termasuk terancam punah. Ini disebabkan arapaima sangat diburu oleh masyarakat lokal, lantaran dagingnya yang konon sangat enak.
Duuhhh.... Jangan sampai ikan luar biasa ini hilang karena ulah manusia
Oke sob, itulah sekilas informasi mengenai fakta ikan arapaima. Semoga bisa menambah wawasan kita semu. Terimakasih sudah membaca, sampai jumpa lagi.
Salam kompak selalu.
By @midiagam