Hati-Hati Dengan Kebohongan
Seorang mukmin itu ada namanya ibadah, hubungan vertikal, habluminallah dia dengan Allah. Dia harus jujur dengan Allah, dia harus ikhlas, dia harus mencari ridhanya Alla. Tapi jangan lupa ada yang namanya muamalah, habluminannas. Dan ternyata ada satu penyakit yang paling dahsyat dalam urusan kita bergaul.
Rasulullah sudah berpesan 21 abad yang lalu, yang dari segala macam dosa, itu bohong. Berarti tidak jujur. Awal dari bohong inilah muncul dosa-dosa yang lain. Contoh misalnya rumah tangga, kan perselingkuhan awalnya dari kebohongan.
Kemudian bisnis. Saling tikung, relasi. Itu juga bohong, tidak ada kejujuran. Maka sebenarnya modal paling penting dalam hidup adalah kejujuran kepada Allah dulu. Merasa bahwa Allah ini mengawasi, Allah maha melihat, Allah maha menilai.
Kalau didalam hati kita sudah merasa diawasi, dinilai sama Allah, itu tidak mungkin kita mau bohong sama manusia.
Kenapa?
Karena Allah maha melihat, dan dia yakin saya tidak bisa jujur di dunia. Saya korupsi, saya ngambil hak orang lain, saya ngembat sandal di Mesjid. Misalnya gitu kan.
Manusia tidak melihat, tapi kan dalam surah Al-fatihah, ayat yang kita baca setiap shalat, ada ayat,
Maaliki Yaumid Diin
Allah itu memiliki hari pembalasan. Dan kalau sudah Allah yang membalas setiap perbuatan kita, jangankan sejengkal, 1 centi meter pun tidak akan pernah bisa lepas.
Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan oleh Allah, keburukan juga akan dibalas dengan keburukan oleh Allah. Enggak usah nunggu di akhirat. Makanya dulu ada buku yang trending tahun 2000-an lah. Namanya "Law of Atraction".
Jadi apa yang kita lakukan pasti alam juga akan memberikan yang sama. Sebenarnya itu teori yang sudah ada dalam Al-Qur'an. Allah sudah menyampaikan hal itu. Apa yang kita berikan kepada alam ini, alam dan semua manusia juga akan memberikan yang sama secara kita tidak sadar.
Salam kompak selalu.
By @midiagam