Hati-Hati Dengan Harta
Bahaya sekali terhadap harta. Fitnah yang paling besar di akhir zaman, satu adalah wanita, dua harta, dan tahta.
Tambah satu lagi quota 😂
Jangan sampai karena harta itu punya pertanggung jawaban di akhirat. Darimana kita dapatkan dan untuk apa kita gunakan. Hampir semuanya, misalnya ya, orang itu mudanya sebelum kayamu. Artinya orang itu bagaimana masa muda itu dihabiskan.
Tapi begitu harta, itu dua pertanyaan. Darimana dan untuk apa ?
Yang lain-lain cuma satu, tapi kalau harta ini betul-betul bagaimana mempertanggung jawabkan, maka hati-hati terhadap harta.
Dari hartalah, maka terjadilah sumber perusak. Harta, tahta, wanita, dunia, segala macam, sumber dari sumber dosa yang dilakukan oleh manusia, itu salah satunya adalah harta.
Terjadi korupsi, terjadi manipulasi, terjadi perebutan kekuasaan saja kadang-kadang juga kaitannya kuasa dan harta. Karena dengan kuasa bisa menguasai harta. Maka hati-hati terhadap harta, maka bagaimana menjaga amanah.
Tidak ada agama, tidak dihitung dia beragama kalau dia tidak amanah. Makanya Rasulullah itu sebelum diangkat jadi nabi, gelarnya adalah "Al-amin."
Amin, bisa dipercaya. Jadi, kata amin, aman, iman, amanah, itu satu akar kata.
Dalam surah An Nisa, ayat 58 yang artinya :
"Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia, hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah maha mendengar, maha melihat." (Surah An Nisa : 58).
Jadi bagaimana kita memberikan amanah ini bagian dari keberagaman kita, karena orang itu hidup dalam beragama yang pertama yang dijaga adalah bagaimana masalah kepercayaan. Bahkan tidak hanya kita percaya, tapi bisa dipercaya. Kita bisa mempercayai dan bisa dipercayai.
Biasanya kalau suami, istri itu kadang-kadang percaya, tapi sulit dipercaya, mulai dari handphone. Maksudnya dari transparansinya, yang kecil, yang sederhana. Bagaimana kalau bisa handphone suami serahkan kepada istri seminggu. Supaya dia tau betul-betul bisa dipercaya. Maksudnya istri enggak perlu posesif.
Kadang-kadang istri posesif, karena suami enggak bisa dipercaya. Kalau perlu serahkan handphone mu kepada istrimu, seminggu saja. Kamu beli lagi dengan nomor baru, simpan di kantor😂
Ya, artinya bagaimana kita saling percaya, amanah. Apalagi mengenai uang. Uang itu nanti akan jadi api neraka juga, hati-hati. Satu makanan haram, satu uang haram, kata nabi, "kamu memasukkan api neraka kedalam..tubuh anak, istrimu."
Mudah-mudahan kita terhindar dari itu. Amin.... Amin...
Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfa'at.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
You've got a free upvote from witness fuli.
Peace & Love!
Thanks you @fuli.