[FIKSI] Hari Ibu
Source
Tanpa tau bagaimana kecup kasihnya, tanpa tau bagaimana merdu suaranya.
Apa yang harus aku rayakan di hari itu ? Sebagian teman-temanku, ada yang memberiku hadiah dan ucapan ulang tahun.
Hari lahirku atau hari kehilangan ibuku ? Kedua pertanyaan ini silih berganti muncul di ruang ingatku. Ingin marah dan ingin membenci tapi tidak tau harus kepada siapa? Andai ini bukan takdir dari-NYA sungguh aku akan melawan arus agar bisa bersama ibu.
Di hari itu ! Banyak anak-anak seumur ku mengucapkan
Happy mother day
Dan membeli hadiah untuk ibu mereka yang di dunia, terkecuali aku.
Apakah aku harus merayakan hari itu sebagai hari ibu ?
Hari di mana aku dilahirkan, dan bisa bersama ibu hanya dalam waktu beberapa menit saja ?
Ibu seolah hanya ingin melahirkanku saja tanpa ingin melihatku.
Aku punya cara tersendiri merayakan hari ibu tanpa harus menunggu tanggal yang menyedihkan itu.
Heran juga dengan mereka yang seolah menyayangi orang tua dengan berbagai macam cara di dunia maya, memperlihatkan tanda cinta mereka, padahal hari sebelumnya tak pernah mereka mengingat ibu, tidak pernah di berikan hadiah untuk ibu, seolah mereka memamerkannya kepadaku di hari itu.
Ingin sekali aku membalas mereka.
Hey, kalian yang hanya merayakan hari ibu satu hari saja, cinta kalian palsu, cinta kalian hanya imitasi
Lihat aku ! Dengan membusungkan dada seakan bangga. Aku adalah anak yang di lahirkan di tanggal 22 desember, aku adalah anak yang kehilangan sosok ibu di tanggal itu, tapi cintaku padanya tidak palsu tidak di dunia maya saja tapi abadi.
Cinta sang ibu:
"Lihatlatlah kawan ombak yang menari di pantai begitu setia tanpa harus menunggu musim, rasakan angin yang bertiup pelan yang bisa meredakan panasnya gersang walau hanya imbusan tapi bisa ternikamati, rasakan kesunyian malam agar kamu bisa beristirahat dengan tenang. Lihatlah kasih sayangnya yang tidak pernah berubah dari kau di lahirkan sampai kau setua ini ibu tidak pernah menolak takdirnya jadi ibu, kasih sayangnya abadi sepanjang masa."
Cinta sang anak:
"Jika kamu ombak yang setia kenapa tidak mengikut ombak yang selalu menari ? Kamu tetap diam kan ? Jika kamu sepi kenapa menunggu malam agar liar menari di bumi ?"
Kamu di besarkan dengan cinta dan dijadikan raja dalam istana ibumu, setelah kamu dewasa ibumu turun kasta dari ratu menjadi babu bahkan lebih sadis dari itu.
Aku sering mendengar petua mengatakan
Ibu kaya anak jadi raja, anak kaya ibu jadi pembantu
Dan itu sering terjadi bahkan tanpa di sadari.
Jika benar ! Munafik sekali yang merayakan hari ibu di tanggal 22 desember.
Aku mengutuk mereka dengan umpatan yang kasar dan tidak terima.
Aku perindu ibu, setiap ibu di dunia maka aku melihat sosok ibuku juga di diri mereka. Saat kalian nakal, ibu kalian akan marah, maka aku juga melihat ibuku yang marah saat aku nakal.
Saat kalian meraih juara dan berbakat bahkan di puji2 massa sosok ibu akan tersenyum sambil mengusap air matanya, maka aku juga melihat itu di ibuku namun bukan di wajah ibuku melainkan di wajah para ibu di dunia begitulah aku yang sangat merindui ibuku.
Seakan aku ingin membeli sosok ibu jika mereka bisa di tukar rupiah. Ibu, aku merinduimu, ku tulis ini dengan penuh rasa rindu yang menyakitkan. Agar anak-anak di dunia tau betapa ibu berharga bagi aku yang tidak pernah mengenalmu.
Jangan berikan sehari untuk ibumu, namun berilah seluruh harimu untuknya
TAMAT
Salam Steemian Indonesia 💫
~Keep writing~
Salam Sahabat Inspiratif

