[FIKSI] Cinta 3 Dimensi

in #fiction6 years ago

image


Dinding pesantren....

Di tempat inilah kisah itu di mulai, saling kenal, bercengkrama, dan akhirnya bertukar hati. Kini tempat ini mesih indah seperti dahulu.

Saat rindu ini menyapa ! Tempat ini seakan penawarnya. Lihatlah di sana puncak menara Mesjid masih kokoh dengan alunan suara indah. Aunan panggilannya masih menggema, namun aku merindukan panggilan adzanmu.

Saat aku rindu, lambaian padi di sawah seakan ikut menemani kesyahduan ku di kala sayatan rindu ini teriris pedih.

Senja yang mulai tertutup awan pun menjadi indah, saat ku pandang wajah manismu seakan tersenyum di sana. Orang-orangan sawah menjadi saksi kisah cinta kita di mulai. Kicauan burung menjadi irama indah saat kita mengukir sejarah.

Saat kita terpisah bukan oleh orang ketiga, namun terpisah oleh jarak dan waktu yang belum mampu menghalalkan rasa. Engkau memintaku agar kokoh berdiri di jalan penantian dengan setia.
Dengan tersenyum aku mengiyakan aku sanggup menunggu.

Engkau kembali ke Bireuen (Aceh Jeumpa) kampung halamanmu, meninggalkanku dengan sebuah ruang rindu. Engkau. meninggalkanku dengan jubah bertuliskan cinta, indah bukan ?

Mesir

image


Ku ikhlaskan engkau dengan do'a menuntut ilmu ke negeri para Nabi, kini kita terpisah oleh jarak yang jauh, namun engkau masih setia hadir dalam do'aku.
Aku masih berdiri di tempat yang sama dengan alasan sepucuk surat darimu aku bertahan karena itu.

"Aisyah Humaira !
Dalam penantian ini segudang rindu tertumpuk di pundakku, seakan berteriak ingin cepat kembali kepada kekasih yang selalu setia menanti.
Aisyahku ! Bersabarlah
Tetaplah berdiri menungguku, aku akan kembali mengambil sang pemilik hati dengan janji yang terikrar suci
"

Si pemilik hatimu :
~Di Alexandria~

Kini Alexandria menjadi kota yang ku rindukan, karena di kota itu ada seorang insan yang ku sebut namanya dalam do'aku.

Kemudian engkau kembali dengan gelar LC di belakang namamu, aku bangga, rasa yang 4 tahun bertarung hebat kini akan terjawab.

Aku tersenyum dalam tangisku, aku bahagia untukmu untuk sang pemilik jubah rindu yang telah ku pakai selama 4 tahun. Kini kau genggam erat tanganku setelah kau beri tanda di jari manisku, cincin yang di pakai ibumu di jariku menjadi bukti setiaku untukmu.

Turky

image


Ku relakan engkau untuk kedua kalinya, pergi jauh terpisah oleh jarak membuat rasa kita semakin kuat. Kita pernah terpisah oleh dinding pesantren, kemudian kita terpisah antara Aceh dan Mesir, jarak yang begitu jauh, namun kita telah membuktikan jika rasa ini tak terkecohkan.

Kini negerinya king Sulaiman yang kau tuju, aku akan tetap berdiri di tempat yang sama selalu setia mendukungmu dalam do'a, aku bangga padamu wahai calon imamku.

Kini bukan rindu yang membunuh jiwa, kicauan burung camar pun menyayat hati, saat sebuah surat singgah ke alamatku. Betapa senangnya saat ku baca nama dan alamat pengirimnya. Perlahan kubuka surat dengan senyum penuh rindu.

"Aisyah Humaira !
Cincin yang mengikat di jari manismu anggap saja itu hadiah persahabatan kita, jangan anggap itu bebanmu menungguku pulang, cita-citaku masih panjang.
Turky telah memberiku jawaban tentang apa yang aku inginkan, jangan tunggu aku lagi. Kamu boleh menerima siapapun yang akan melamarmu aku melepasmu dari ikatan pinanganku Aisyah.
"

Sahabatmu :
~Istanbul~

Indah sekali kata-kata yang kau rangkai, hubungan yang kita bina hampir 8 tahun lenyap sudah, andai kau minta aku menunggupun aku mampu asal ada jalan di ujung waktu. Aku sanggup menunggu di saat cinta hadir di ujung dermaga.

Kini aku sadar di kala cinta menulisnya, cinta seakan duduk di benteng Rumeli Hisari, benteng yang seluas 30.000 m2 dan tinggi 82 meter yang di bangun oleh Sultan Muhammad Alfatih. Tujuan di bangun benteng ini untuk memutuskan bantuan kolonia Yunani terhadap kekaisaran Byzantium di Konstantinopel. Namun kini telah mampu memutuskan hubungan manis yang telah lama ku rajut.

Kini hanya di temani senja, aku mencoba membunuh rindu mengubur kenangan bersama malam, agar saat ku terbangun ada mentari yang indah menyapa pagiku.

Saat aku menulis ini, cinta masih tertutup debu bergemuruh hebat mendayung ke samudra luas yang tak tehingga, aku tak kan menoleh walau bertapak tatapku tetap jauh melangkah, agar jiwa ini tersenyum ikhlas.
Selamat berbahagia Munizarku.

TAMAT

CATATAN :

Gambar 1: Foto saya jepret sendiri, (Sumber inspirasiku).

Gambar 2 dan 3 : Kiriman kawan.

Tulisan : Original @midiagam.

Salam Steemian Indonesia 💫

~Keep writing~

image

Salam Sahabat Inspiratif

Sort:  

You seem to be using older or Legacy version of eSteem!
Please check if you have newest version to get most out of eSteem, Android, iOS mobile app. For desktop Windows, Mac, Linux Surfer app!
Learn more: https://esteem.app
Join our discord: https://discord.me/esteem

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.102
BTC 64902.80
ETH 1947.74
USDT 1.00
SBD 0.37