Dara
Dara.....
Terimakasih karena telah mengembalikan semangatku untuk kembali merangkai kata dan menjadikannya cerita yang indah.
Gadis itu hadir dengan botol minuman yang dilemparkannya kepalaku. Aku menoleh dan kulihat dia berdiri kikuk.
Mungkin dia merasa bersalah....
Aku tak bisa melupakan sorot matanya kala itu, tajam dan menghujam.
Semoga dia tidak menangkap langkahku yang goyah ketika aku mendekat
Ku akui memang, rasa terpikat itu ada
"Kamu yang menimpuk kepalaku ya tadi ?"
Tanyaku
Dia meringis, tanda mengiyakan
"Kamu budek soalnya, aku panggil gak nengok-nengok."
Kemarahanku reda seketika....
Ku puji kenekatan dan kekurang ajarannya
Aku berdiri ragu menatap dirinya yang sedang membaca cerita terbaruku
Haruskah ku jujur padanya, bahwa akulah penulis yang selama ini dia cari-cari. Dan bahwa aku dibayar untuk mendekatinya
Sampai dikemudian hari, aku sungguh-sungguh aku jatuh hati padanya
Aku belum selesai, dan aku tidak tau bagaimana menyelesaikan ending ceritanya
Aku butuh dia untuk menyelesaikan cerita kami
Sampai akhirnya dara datang dan membuyarkan lamunanku saat itu dan berkata "Kamu ini emang ngeselin, tau enggak"
Akhirnya kita baikan lagi, dan aku dapat melanjutkan lagi tulisanku yang tertunda.
By @midiagam