Begini Cara Memahami Hewan Peliharaan
Nah, berkomunikasi dengan hewan ternyata bisa dilakukan dengan cara untuk mengetahui apa yang hewan tersebut inginkan. Dan kemampuan untuk memahami hewan dapat dipelajari oleh semua orang dengan berlatih terus menerus dan mengasah intuisi kita. Dengan begitu kepekaan kita terhadap kebutuhan hewan akan muncul.
Berkomunikasi dengan hewan ini dapat menggunakan mainpow,atau kekuatan otak kanan untuk menyelami pikiran makhluk hidup disekitar kita melalui gelombang otak alfa.
Nah, untuk memahami apa kebutuhan hewan disekitar kita khususnya pada peliharaan kita, berikut saya akan membahasnya untuk anda. Mungkin banyak juga masyarakat yang masih asing dengan istilah "Animal Communicator" itu seperti apa cara kerjanya. Oke, animal communicator itu adalah seseorang yang menjembatani atau menjadi messenger antara hewan peliharaannya. Jadi, bisa mengirimkan dan menerima pesan dengan hewan peliharaan kita.
Sebenarnya semua orang itu memiliki intuisi, seperti semua manusia mempunyai otot, kita semua juga punya intuisi. Tapi tergantung apakah melatih atau memperkuat otot kita intuisi kita itu. Setiap individu intuisi binatang itu berbeda, sama seperti kita manusia. Setiap individu walaupun sukunya sama, juga berbeda-beda mereka. Jadi dunia binatang juga seperti itu, artinya mereka memiliki frekuensi sendiri secara individual, tapi tidak secara spicies. Jadi mereka bisa, contoh anjing gitu ya. Misalnya anjing ekornya goyang-goyang, artinya senang kan biasanya.
Tapi bisa jadi pasa saat kita berkomunikasi secara mereka dan mereka menjadi lebih nyaman berkomunikasi sama kita, bisa jadi mereka mengatakan bahwa digoyang,-goyang ekornya yang tengah bahagia itu sebenarnya hanya permukaan saja, tapi mereka bisa menceritakan bahwa mereka memiliki kesedihan ternyata didalamnya. Seperti manusia yang kayak bisa senyum walaupun didalam hatinya nangis, misalnya gitu. Itu bisa terjadi. Sebenarnya dilakukan itu tidak ada hal-hal tertentu yang atraktif untuk dilihat, karena hanya duduk, hening, lalu terus mencoba untuk berkomunikasi dengan mereka.
Kita membuka hati kita, mencoba hening, lalu terus mereka akan berkomunikasi dengan kita, dan kita hanya dilatih untuk bisa lebih detail atau lebih peka menerima apa yang mereka katakan. Jadi tidak yang harus kayak melakukan apa gitu, misalnya. Enggak, hanya duduk saja atau berdiri. Kalau misalkan sudah sering berlatih, maka bisa langsung tiba-tiba muncul saja komunikasinya. Jadi kayak ngobrol saja seperti manusia. Nanti mungkin mereka akan bilang, "Ya udah, aku enggak ngambek lagi kalau aku diajak main-main lebih lama". Misalkan gitu.
Oke, boleh dilakukan dicoba, begitu. Jadi beneran kayak ngobrol sama manusia, kayak ada tehnik komunikasi psikologinya. Atau bagaimana caranya biar mereka bisa lebih terbuka dan enggak ngambek lagi pastinya.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
Click Here
Ternyata catatan rapornya masih banyak yang merah. Oh tidak🥴