Semangat Merdeka dan Revolusi [6]
Teks asli seruan di atas ditulis dalam bahasa Arab melayu. Korp paramiliter Markas Daerah Pemuda Republik Indoensia (PRI) lalu menyebakran srus tersebut ke seluruh pimpinan pesantren di Aceh. Upaya penyebaran itu dilakukan mulai 8 November 1945 dengan nomor surat 116/1945 yang ditandatangani olek Ketua PRI Aceh, Ali Hasjmy.
Upaya Harian Semangat Merdeka mengagitasi masyarakat lewat surat kabar kembali diperlihatkan dengan memuat serus Tgk Hasan Krueng Kale yang dibuat tersendiri, artinya berbeda dengan seruan sebelumnya bersama tiga ulama lainnya. Seruan tersebut menegaskan sikap yang sama dengan seruan para ulama sebelumnya tentang menolak kolonial dan bentuk penjajahan baru di Aceh.
Berikut seruan yang ditandatangani oleh Tgk Hasan Krueng Kale pada 18 Zulkaidah 1364 hijriah :
Bismillah, Nasehat kepada sekalian muslimin.
Alhamdulillah, ‘azza sya’nuhu, wash-shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah
Diharapkan kepada saudara sekalian muslimin,bahwa sekali kita bersambung dengan nikmat Allah, yaitu kemerdekaan negeri-negeri kita Indonesia, hendaklah sekalian kita memberi syukur kepada Allah atas nikmat itu dan lain-lain nikmat. Pun hendaklah kita berapat-rapat bersama-sama atas menghimpun Tentara Mujahidin buat menolong agama Allah dan meninggi kalimat Allah dan mengikut aturan Islam.
Qalal-lahu Ta’ala : In tansurul-lah, yansurkum wa yussabit aqdaamakum . Wa qala Ta’ala : Wa ta’aawanu ‘alal-birri wattaqwa, wa la ta’awaanu ‘alal ismi wal-‘udwan .
Wa qaala Ta’ala : Ta’alau ila kalimatin sawain bainana wa bainakum anla na’buda illal-lah wala nusyrika bihi syaian, wala yattakhiza ba’dluna ba’dlan arbaaban min dunillah, fain tawallahu faqulu :isyahadu bianna muslimun .
Waqala Ta’ala “ Waddu lau takfuruna kama kafaru fatakununa sawaan . Qalallahu Ta’ala : Walan tardla ‘ankal yahudu walan nashara hatta tatabi’a millatahum .
Wajiblah atas kita bersambung-sambung atas melawan musuh Allah dan musuh Rasul-Nya dan mengikut Sultan Muslimin, jangan mengikut penjajah kafirin, atau yang miring kepada mereka itu, yang hendak menjajah kembali Indonesia.
Wajiblah atas kita kasih dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan hendaklah kita mengorbankan jiwa dan harta-benda kita pada menolong Agama Allah dan Kerajaan yang sah.
Haza, wassalamu ‘aa manit-taba’al-huda
Katabahu al-faqir al-hadir al-hajj Muhammad Hasan