Semangat Merdeka dan Revolusi [5]

in #indonesia8 years ago

Menurut laporan koran itu, ulama yang hadir yakni Tengku Syaed Abdullah Kajhu, Tgk H Ahmad Hasballah Indrapuri, Tgk H Makam Gampong Blang, Tgk Mohd Ali atau dikenal dengan Tgk Lam Pisang Krueng Kale, Tgk M Daud Beureueh, Tgk Abdul Wahab Seulimum dan lain sebagainya.


STEEM_Masriadi.jpeg

Penegasan Tgk H M Hasan Krueng Kale tentang mempertahankan kemerdekaan sama dengan perang sabil dalam artian perang melawan kafir fardhu ain bagi setiap pribadi muslim yang menetap di Aceh .

Pernyataan dari ulama besar itu tentu menumbuhkan semangat jihad bagi pendengar dalam forum itu. Sehingga, menjadi headline berita Harian Semangat Merdeka yang disebarkan ke seluruh Aceh.

Pernyataan ulama besar bagi pembaca Harian Semangat Merdeka tentu sebagai penegasan bahwa berjuang mempertahankan kemerdekaan hukumnya wajib. Sebagaimana layaknya wajib menjalankan shalat lima waktu bagi umat Islam.

Selain itu, sosok Tgk Muhammad Hasan Krueng Kale, bukan sosok ulama biasa. Pemimpin Dayah Krueng Kale, Kabuoaten Aceh Besar atau sekitar 10 kilometer dari Banda Aceh itu, dikenal sebagai keturunan ulama besar di Aceh. Dia merupakan putra dari Tgk Muhammad Hanafiah, seorang ulama besar asal Aceh Besar. Kakeknya Tgk Syekh Abbas dan kakek buyut Tgk Muhammad Fadlil, juga ulama besar yang sangat dihormati di Aceh. Pengetahuan agama Tgk Hasan Krueng Kale tidak diragukan lagi.

Alumnus santri dari Dayah Yan Keudah, Seumeunanjung Melayu, Malaysia dan Pusat Pendidikan Agama Islam Masjidil Haram Mekkah. Berpuluh tahun mengeyam pendidikan di dua tempat itu membuat Hasan Krueng Kale memahami ilmu tauhid, fikih, tafsir, ilmu falak, ilmu tasawuf, dan sejarah Islam.

Dia juga lulus ujian dari para masyaikh (guru besar) Masjidil Haram. Sehingga, karena itu dia berhak menyandang gelar ulama di depan namanya .

Pernyataan Tgk Hasan Krueng Kale di Masjid Baiturrahman Banda Aceh, lalu disusul penandatanganan sikap anti kolonial bersama tiga ulama besar lainnya pada 15 Oktober 1945 .

Ketiganya yaitu Tgk Haji Hasballah Indrapuri, Tgk Muhammad Daud Beureueh, Tgk Haji Jakfar Siddik Lamjabat. Berikut kutipan pernyataan tertulis keempat ulama besar tersebut :

Menurut keyakinan kami, bahwa perjuangan ini adalah perjuangan suci yang disebut Perang Sabil. Maka percayalah wahai bangsaku bahwa perjuangan ini adalah sebagai sambungan perjuangan dahulu di Aceh yang dipimpin almarhum Tgk Chik Di Tiro dan pahlawan-pahlawan kebangsaan yang lain.

Dan sebab itu, bangunlah wahai bangsaku sekalian, bersatu padu menyusun bahu, mengangkat langkah maju ke muka untuk mengikut jejak perjuangan nenek kita dahulu. Tunduklah engan patuh akan segala perintah-perintah pemimpin kita untuk keselamatan Tanah Air, agama dan bangsa.

BACA JUGA

A Hasjmy, Ulama Aceh, Mujahid Pejuang Kemerdekaan dan Pembangunan Tamadun Bangsa. Penerbit Bulan Bintang, Jakarta. 1997. Hal 1991

A Hasjmy, Peranan Islam dalam Perang Aceh dan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Penerbit Bulan Bintang, Jakarta, 1976. Hal 71-71.


malikussaleh.jpeg

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.100
BTC 62766.75
ETH 1779.42
USDT 1.00
SBD 0.38