Politik Media [12]
Morgenthau mengatakan, “Perwakilan-perwakilan tetap ini penting, karena fasilitas-fasilitas pengiriman dengan cepat dan teru-menerus pesan-pesan yang terinci adalah tidak praktis, dan, lebih-lebih, karena perjalanan yang memakan waktu banyak itu menyebabkan konsultasi-konsultasi yang bersifat pribadi mustahil dilakukan tanpa menimbulkan gangguan pada negosiasi-negosiasi tersebut”.
Kedua pihak biasanya menggunakan dua sarana untuk kegiatan diplomatik: pesawat telepon transatlantik dan pesawat terbang transatlantik. Pesan-pesan yang tidak bisa dipaparkan langsung akan disampaikan lewat telepon oleh kedua diplomat.
Untuk yang meminta pertemuan tatap muka (sekarang diplomasi tatap muka bisa melalui video call—pen), biasanya para diplomat naik pesawat malam hari agar dapat memulai diplomasi pada keesokan paginya. Diplomasi pulang pergi (shuttle diplomacy) seperti ini bisa membuat seorang diplomat dua kali melintasi lautan atlantik dalam sehari saja.
Begitu selesai, diplomat akan segera bertolak pulang untuk menyampaikan sesegera mungkin laporan atau hasil diplomasi. Selanjutnya, diplomat akan diberi instruksi-instruksi selanjutnya.
Sensor publikasi dan politik (pemilik) media
Perang adalah “pertentangan yang melibatkan kekerasan antara negara-negara dengan tujuan untuk saling mengalahkan dengan kekuatan angkatan bersenjata, dengan tujuan untuk meraih atau menjamin permintaan-permintaan dan klaim-klaim tertentu. Semua perang melibatkan kekerasan, betapa pun kecilnya”.
Perang selalu berisi kejahatan-kejahatan. Meski ia diakui dan diatur di dalam hukum internasional. Kita biasanya mendengar istilah “kejahatan perang” (war crime). Istilah ini merujuk pada terjadinya perilaku selama perang yang melukai para pelaku perang maupun warga sipil, dan perilaku yang keluar dari batas permusuhan yang sah menurut hukum-hukum perang.
Kejahatan perang di medan pertempuran adalah apa yang akan diberitakan media, entah dengan objektif atau tidak. Kadang dalam situasi perang, pembaca koran perang pun tak peduli dengan hal tersebut. Sejauh media memuat konten yang membangkitkan moral mereka terhadap perjuangan negaranya, pembaca pun puas.
Sangat menarik postingan nya bang. Sukses terus buat Anda 🙏🙏